Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan

ADD KARANGPAWITAN PERIORITASKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN

PADAHERANG-Anggaran Dana Desa Desa (ADD) Karangpawitan Kecamatan Padaherang kabuoaten Pangandaran untuk tahun anggaran 2017 difokuska peda pembangunan infrastruktur jakan lingkungan.
Menurut kepala Desa Karangpawistan, Adis, seluruh anggaran pada ADD

“Pembangunan jalan rabat beton di 5 dusun dengan volume pekerjaan yang bervariatif, sesuai hasil musrenbang desa tahun ini. “ungkapnya.(21/12)

Adis menambahkan, kelima dusun yang tahun mendapat kucuran pembangunan, diantaranya Dusun Patinggen 1, Patinggen 2, Harjaresik, Sindangkerta dan Sindangratu. 

“Untuk Dusun Patinggen 1 dua titik Patinggen 2 satu  titik dan Harjaresik empat titik. “terangnya.

Masih kata Adis, sementara untuk keseluruhan infrastruktur jalan yang ada di Desa Karangpawitan, seperti jalan desa, jalan lingkungan dan jalan gang yang belum terelisasi  tahun ini, diharapkan bisa selesai pada APBDes tahun 2018. (Isis Koswara)

WARGA DESA CIBANTEN MENUNGGU PERBAIKAN JALAN

CIJULANG - Infrastruktur jalan untuk semua desa menjadi prioritas utama di saat sekarang Pemda Kabupaten Pangandaran sedang giat-giatnya dalam melaksanakan pembangunan. Pasalnya, infra struktur jaklan yang bagus tentunya buisa mendorong serta mendukung roda perekonomian di pedesaan, seperti, dalam memasarkan hasil pertanian. Apalagi desa-desa yang berada di daerah pegunungan yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari hasil tani, salah satunya Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Menurut Sekertaris Desa Cibanten, warga sangat menunggu perbaikan jalan kabupaten yang ada di deanya, dari perbatasan Desa Cibanten, Cimindi hingga tembus ke Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak.

“Terutama akses jalan di depan kantor desa yang sampai saat ini masih rusak parah apalagi pada musim hujan seperti sekarang. “ujar Akung, sapaan akrabnya.(19/12)

Dikatakan Akung, sangat kontras sekali, disaat bangunan kantor desa sudah dibangun bagus, namun infrastruktur jalan di depan kantor desa masih jelek.

“Kami pun sering mendapat keluhan warga, kapan jalan ini akan diperbaiki. "katanya.

Di saat musim hujan tiba seperti saat ini, lanjut Akung, tidak jarang jalan berubah seperti paguyangan munding akibat jalan rusak tersebut sering dilalui kendaraan roda empat yang mengangkut hasil bumi dan kayu dari wilayah Cibanten.

"Artas nama pemerintahan Desa Cibante, kami berharap semoga tahun 2018 nanti bisa diperbaiki sesuai harapan warga, bisa memiliki jalan yang bagus", tandasnya. (AGE)

WARGA BERHARAPJALAN KABUPATEN MENUJU DESA KERTAYASA SEGERA DIPERBAIKI

CIJULANG - Desa Kertayasa, salah satu desa yang berada diwilayah Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu desa percontohan pada pengembangan dan pengelolaan BUMdes yang saat ini sering menjadi contoh oleh beberapa kabupaten, baik dari di Jawa Barat maupun dari luar Provinsi. Intinya, desa-desa di di kabupaten lain ingin melakukan study banding tentang kiat sukses BUMdes Gua Bau yang saat ini cukup sukses.

Namun sangat disayangkan, kedatangan kunjungan dari derah lain mengeluhkan akses jalan menuju Desa Kertayasa sampai saat ini masih rusak parah, sehingga saat pengunjung ingin melihat kantor desa pun terpaksa harus menbggunakan kendaran bak terbuka.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Kertayasa, Abdul Rohman kepada p-news, menurutnya,  infrastruktur jalan menuju desanya sepanjang 3 kilometer masih rusak parah dan sedikit agak sulit dilalui kendaraan roda empat, apalagi mobil sekelas sedan.

"Kami berharap kepada Pemkab Pangandaran untuk bisa mempercepat perbaikan jalan kabupaten menuju arah kantor desa, pasalnya, banyak tamu yang melakukan kunjungan dari kabupaten lain terkendala dengan akses jalan yang rusak saat ingin melihat dan bersilaturahmi ke kantor desa kami", ungkapnya.(18/12)

Dikatakankan Abdul Rohman, terkadang pihknya malu bila ada tamu berkunjung ke BUMdes Gua Bau yang berada di lokasi parkir obyek Wisata Green Canyon, lalu mereka melanjutkan kunjungannya ke kantor desa. Namun karena jalan rusak, terpaksa diangkut menggunakan kendaraan terbuka.

“Seperti waktu ada kunjungan dari Pemkab Wonosobo, Jawa Tengah dan Pemkab Sukabumi, Jawa Barat, mereka kami angkut dengan mobil bak. "terangnya.

Masih kata Abdul Rohman, begitu juga saat ada kunjungan bupati dari Pemkab Kebumen, Jawa Tengah, pihaknya merasa kebingungan karenakan kondisi jalan menuju kantor desa rusak.

“Kami pun selalu koordinasi dengan pihak Dinsos PMD, jika memang ada hal-hal di luar kemampuan kami. "imbuhnya.

Abdul Rohman berharap Pemkab Pangandaran bisa secepatnya merealisasikan perbaikan jalan menuju desanya untuk menunjang kunjungan yang akan melakukan study banding tentang  BUMDes Gua Bau.

"Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, mudah-mudahan tahun 2018 nanti bisa terealisasi. "pungkasnya.  (AGE)

WARGA LIMUSGEDE KINI BISA NIKMATI INFRASTRUKTUR JALAN

CIMERAK- Warga Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran kini bisa menikmati mulusnya jalan walaupun baru sebagian saja. Namun warga optimis di tahun berikutnya akan ada perbaikan lagi, pasalnya status jalan Pareang - Cikondang -Banjarwaru hingga Pasirlasih kini sudah berstatus menjadi jalan kabupaten.

Seperti diungkapkan salah seorang warga desa Limusgede. Tori (47), menurutnya, masyarakat yakin hingga tahun 2020 nanti akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Limusgede dengan Desa Kertaharja akan bisa terealisasi menjadi jalan cor beton atau hotmix.

"Kami yakin akses jalan ini pada tahun 2020 nanti dipastikan sudah perbaikan jalan tersebut bisa terealisasi." ungkapnya. (26/9)

Hal senada dikataka Kepala Desa Limusgede, Koswara Nugraha, menurutnya, ia begitu bangga saat melihat jalan beton yang baru selesai di bangun oleh kontraktor asli putra daerah, PT.Jangkar Mas Priangan dengan hasil yang cukup memuaskan.

"Padahal kalau saya ingat 3 tahun yang lalu jalan ini kondisinya hancur, tapi Alhamdulillah saat ini sudah bagus, ini juga karena hasil pekerjaan dari kontraktor asli daerah PT.Jangkar Mas Priangan patut diacungi jempol", terangnya. 26/09

Atas nama warga desa, Koswara pun mengucapkan terimakasih kepada H. Jeje Wiradinata dan H.Adang Hadari, karena dengan program kerjanya bisa memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan disemua wilayah hingga ke pelosok-pelosok pedesaan.

"Kami sangat berterimakasih kepada bapak Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, karena kebjakan beliau selama ini betul-betul pro rakyat. “pungkas nya. (AGE)

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA BATUMALANG, LIBATKAN WARGA

CIMERAK – Warga Dusun Gadog Desa Batumalang Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran sangat respon serta semangat dalam bergotong-royong membangun desanya lewat swadaya masyarakat.  Seluruh warga nampak sangat antusias saat ada perbaikan sarana infrastruktur jalan dalam pembuatan jalan cor beton sepanjang 215 meter dari anggaraan banprov tahun 2017 sebesar Rp150 juta yang tentu manfaatnya akan bisa dirasakan langsung karena akan berdampak pada laju perekonomian desa.

Kepala Desa Batumalang, Jaja, merasa bangga melihat warganya begitu bersemangat terjun langsung untuk membantu pekerjaan desa dalam mewujudkan infrastruktur  jalan yang bagus.

"Saya sangat mengapresiasi semangat yang diberikan seluruh warga desa, baik dengan budaya gotong royongnya atau keikhlasannya untuk turut membantu pelaksanaan pembangunan.", ungkap Jaja.(26/09)

Dikatakan Jaja, hampir 70% pembangunan infrastruktur jalan di desanya kini sudah dilaksanakan, baik dari program Alokasi Dana Desa (Add), Dana Desa (ADD), banprov dan P3IP.

“Mudah-mudahan di tahun 2018 nanti warga sudah bisa menikmati bagusnya semua jalan yang ada di Desa Batumalang.", imbunya Jaja.

Jaja juga meyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang sudah bahu membahu dan berkontribusi langsung dalam membangun desa.

"Atas nama pemrintahan Desa Batumalangm saya sangat berterima kasih atas partisipasi masyarakat dalam membangun desa dengan turut serta diantaranya dengan ikut dalam  pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan", tandasnya. (AGE)

DD KARANGPAWITAN GENJOT PERBAIKAN INFRASTRUKTUR

PADAHERANG-Kucuran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat  ke seluruh desa membawa perubahan nyata dan signifikan. Seperti di Desa Karangpawitan Kecamatan Kabupaten Pangandaran yang terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di desanya, salah satunya perbaikan jalan di Rt 31 Rrw 09 blok Dino Dusun Harjaresik.

Jalan sepanjang 300 meter, lebar 2 meter dan tinggi 12 cm tersebut dibangun dengan cor beton karena memang jalan tersebut sudah belasan tahun tak tersentuh perbaikan. Dan warga pun menyambut gembira karena jalan di lingkungannya tidak akan lagi becek saat musim hujan tiba.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Diran, menurutnya, ia dan warga lainya sangat antusias ikut terlibat langsung dalam pembangunannya, karena jalan itu memang sudah lama kondisinya rusak.

“Atas nama warga, saya sangat berterimakasih karena jalan yang selama ini kami gunakan mendapat perbaikan. “ungkapnya.(24/9)

Ditemui di lokasi, Kepala Desa Karangpawistan, Adis menyampaikan, pihaknya akan terus mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk kepentingan warganya.

“Dari seluruh panjang jalan desa dan jalan lingkungan, hingga tahun ini, Alhamdulillah sudah 75 % mendapat perbaikan dengan pengecoran. “terangnya.

Menurut Adis, untuk rencana tahun 2018, APBDesnya tetap akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang masih rusak hingga nantinya tidak ada lagi keluhan warga tentang jalan yang ada di desanya keadaannya rusak.

Diakui Adis, pembangunan jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pasalnya, hampir sebagian masyarakat Desa Karangpawitan berprofesi sebagai petani dan pedagang tentunya sangat membutuhkan kondisi jalan yang bagus karena akan mempermudah aktivitas masyarakat khususnya untuk mengangkut hasil bumi, dan kalau infrastrukturnya sudah baik tentu perekonomiannya juga akan tumbuh pesat.

 “Selainnya jalan, pembuatan kirmir, PTP, Posyandu, madrasah, jembatan lingkungan dan perbaikan kantor desa juga akan mendapat forsi pembangunan yang sama. “jelasnya lagi.
 (Isis Koswara)




WARGA 3 DUSUN SERAHKAN PROPOSAL PEMEKARAN DESA KARANGPAWITAN

PADAHERANG-Untuk menindaklanjuti keinginan sebagian warga Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, dengan disaksikan Kepala Desa, BPD Karangpawitan, Kepala Dusun dan sejumlah tokoh masyarakat, Ketua Pansus Pemekaran Desa Karangpawitan, Suratno Gautama menyerahkan proposal pengajuan yang diterima langsung Ketua Prakarsa Pemekaran, Teguh Sucipto, bertempat di gedung SDN 3 Karangpawitan.(5/8)

Menurut Teguh, ini sebagai langkah salah satu persaratan pemekaran desa yang telah diatur pada Undang-undang nomer 6 tahun 2014 tentang desa.

Dikatakan Teguh, ada 3 diantara 8 dusun, seperti Dusun Sindang Ratu, Sindang Kerta dan Dusun Harjaresik yang ingin memisahkna diri dengan membentuk desa pemekaran.

Salah salah satu indikasi keinginan untuk mekar, lanjutnya, karena Desa Karangpawitan merupakan desa paling “gemuk” diantara 14 desa lainnya yang ada di Kecamatan Padaherang.
Dan penyerahan proposal ini menjadi momentum warga, telah dimulainya proses adiministrasi untuk pemekaran desa.

“Kami telah sepakat, nantinya desa baru hasil pemekaran ini akan dinamakan Desa Sindang Harja. “jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, kata Teguh, pihaknya akan terus mengawal  proses pemekaran ini hingga apa yang menjadi aspirasi warga 3 dusun bisa terwujud untuk mempunyai desa baru dan tentunya dengan harapan baru.

“Dan ini murni keinginan masyarakat yang ada di 3 dusun tanpa ada unsur politis atau apa pun yang melatarbelakanginya. “tegas Teguh.

Salah seorang warga, Wawan Diran menyampaikan, jika melihat luas wilayah dan jumlah penduduk, menurutnya, Desa Karangpawitan sudah layak untuk dimekarkan.

"Berdasarkan aturan dan persyaratannya pun sudah memenuhi, sekarang tinggal bagaimana Pemkab Pangandaran buisa mengakomodir aspirasi masyarakat disini. "ungkapnya. (Isis Koswara)

LIMUSGEDE, DESA PENGHASIL GULA KELAPA, KOSWARA : “INI BISA MENINGKATKAN PADes”

CIMERAK - Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran dikenal sebagai daerah penghasil gula kelapa, hal ini karena mayoritas warga memiliki profesi sebagai penyadap aren kelapa. Selain itu, di Limusgede jumlah lahan pohon kelapa sangat luas. Salah satunya  yang dulu pernah dimiliki PT.PIRBUN NUSANTARA VIII.

Cara pembuatan gula kelapa para pengrajin ini terbilang masih tradisional dan terkesan individualistis, karena tiap-tiap penyadap tidak terhubung antar satu dengan lain (tidak adanya serikat pekerja), sehingga berapa omzet gula yang dihasilkan di Desa Limusgede pun tidak bisa dipantau dan tidak ada data yang pasti. Dan ini sangat rawan, karena terkadang dimanfaatkan segelintir orang dalam menentukan harga pasar. 
    
Hal tersebut dibenarkan Kepala desa Limus Gede, Koswara Nugraha, sehingga tidak jarang ia pun melakukan sosialisasi pada para penyadap agar bisa membuat wadah serikat pekerja agar peredaran uang dari industri ini dapat diperbaiki.

"Saya terus berupaya agar gula kelapa yang diproduksi masyarakat Desa Limusgede dapat menembus pasar nasional, dengan demikian mutu dan kualitasnya pun harus bisa ditingkatkan dan untuk itu pengrajin harus mempunyai wadah serikat pekerja jangan individualis seperti sekarang", ungkapnya.

Koswara juga menambahkan, pengolahan gula kelapa di desanya memang masih terkesan tradional, karena usaha menyadap aren kelapa merupakan usaha turun temurun. Tapi, menurut Koswara, tidak menutup kemungkinan kedepannya bisa diperbaiki baik dari segi produksi mau pun menejmennya.

Koswara pun berharap, ke depannya Pemkab Pangandaran bisa memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga penyadap. Diharapkan pula campur tangan pemerintah untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan atau sekedar membuat wadah sebagai tempat para penyadap.

 "Ini semua demi meningkatkan salah satu PADes kami", pungkasnya. (AGE)

CIBOGO RAIH JUARA III LOMBA DESA/KELURAHAN TINGKAT PROPINSI TAHUN 2017

PADAHERANG-Desa cibogo kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berhasil meraih juara 3  pada lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017 setelah melalui penilaian Tim Recheking Evaluasi Perkembangan Desa Provinsi Jawa Barat yang diketuai Drs. M A Afriandi, MT, Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) pemvrop dengan 6 orang anggotanya datang berkunjung ke Desa Cibogo, senin lalu.(19/7)

Afriandi mengungkapkan, Desa Cibogo  merupakan salah satu dari 5.312 desa di jabar yang berhasil masuk 4 besar karena telah memenuhi seluruh kriteria pada lomba desa/kelurahan tingkat propinsi Jawa Barat tahun 2017. Dari 18 kabupaten dan 19 kota, ada 8 5.312 desa di Jawa Barat yang diikut sertakan dalam lomba ini.

“Melalui hasil penelitian dan rapat pleno tim penilai, hanya 4 kabupaten yang Lolos yakni, Kabupaten Bandung, Bekasi, Indramayu dan Kabupaten Pangandaran. “terang Afriandi. (19/7)

Bertempat di aula Desa Cibogo, lebih jauh Afriandi mengatakan, dalam melakukan evaluasi dan klarifikasi, tim penilai melaksanakan penilaian lomba desa/kelurahan tahun 2017 dilakukan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahapan yang dilakukan tahun lalu hanya menilai adminitrasi dan kinerja dari tingkat desa saja.

“Sedang untuk tahun ini penilaian dilakukan mulai dari adminitrasi dan kinerja menyeluruh, dari Pemerintahan Kabupaten, kecamatan baru hingga ke Tingkat Desa. “imbuh Afriandi.

Indikator penilaiannya pun menurut Afriandi, agak berbeda, mulai dari tahapan administrasi dan kinerja Pemkab, kecamatan lalu ke desa. Jika di tingkat Kabupaten tidak bisa menunjukan dokumen administrasi yang jelas sesuai dengan kondisi di lapangan, maka akan mempengaruhi penilaian. 

Masih di tempat yang sama, camat Padaherang, Endang Hidayat, SH memberikan apresiasi pada seluruh pemerintahan dan masarakat Desa Cibogo yang sudah berhasil meraih prestasi dalam lomba desa/keluaran di tingkat provinsi.

Menurut Endang, prestasi ini ini bisa mendorong percepatan pembangunan dengan tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan serta gotongroyong antara perangkat desa dan warganmya.

Endang pun berharap, dengan predikat juara III tingkat provinsi ini, Desa Cibogo bisa terus berprestasi serta membawa baik Kabupaten Pangandaran ke jengjang lebih tinggi.

Alhamdulilah, hari jum'at tanggal 7 juli 2017 lalu saya menerima kabar, Desa Cibogo Kecamatan Padaherang berdasarkan hasil pleno dan ekpose yang dilakukan tim verifikasi administrasi, pada tanggal 3 juli menetapkan juara 1 Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Kabupaten Bekasi, juara 2 Desa Biru Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung dan juara ke 3 diraih Desa Cibogo Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. “jelas Endang.

Dikatakan Endang, acuan dari lomba desa ini, Permendagri nomer 81 tahun 2015 tentang pemberdayaan pemerintahan desa. Ada pun beberapa indikator penilaiannya, lanjut Endang, pemberdayaan masarakat, infrastruktur dan pemerintahan.

Dalam pemberdayaan masarakatnya, lanjut Endang, warga Desa Cibogo sangat produktif dengan aneka olahan makanan seperti sale pisang yang sudah menjadi industri rumahan. Ada juga tempat budi daya ikan gabus, tepatnya di Rawa Lalay yang bisa dijadikan bahan makanan olahan dendeng dan abon berbahan baku ikan gabus.

Sementara Kepala Desa Cibogo, Karsim, kepada PNews menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh warga desa, Kecamatan Padaherang dan Pemkab Pangandaran atas dukungannya hingga desanya bisa meraih juara 3 di tingkat provinsi, ini tentunya akan menjadi kebanggaan seluruh masarakat Desa Cibogo.

“Walau hanya juara 3 kami tetap bangga karena melalui ajang lomba ini Desa Cibogo sudah bisa ikut mengharumkan nama Kabupaten Pangandaran. “ungkapnya.

Karsim menambahkan, berkat dukungan dari semua stake holder, Kecamatan Padaherang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pangandaran, yang sudah mendukung keberhasilan Desa Cibogo hingga capaian yang diraih sekarang.

“Saya sangat berterimakasih kepada Camat Padaherang yang selalu memberikan semangat, seluruh perangkat desa yang tidak mengenal lelah, BPD, PPK, para tokoh dan masyarakat serta keterlibatan kaum perempuan dalam pemberdayaan dan kesejahtraan keluarga.”imbuh Karsim lagi.

Karsim pun berharap, prestasi ini dapat memberikan motivasi serta meningkatkan kerukunan, gotongroyong masyarakat melalui partisipasi kerja sama dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang sosial budaya, kesehatan dan ekonomi.

Sementara seperti diketahui, untuk hasil lengkap lomba kelurahan, juara 1 Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur, Bogor, juara 2 Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar dan  juara 3 diraih Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Cimahi Tengah, Cimahi.   (Isis Koswara)

KADES MEKARWANGI BANTAH ADA PEMBANGUNAN FIKTIF DI DESANYA

LANGKAPLANCAR - Kepala Desa Mekarwangi Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Icang, membantah telah melakukan penggunaan program Dana Desa (DD) tahun 2016 lalu sebesar Rp 650 juta seperti yang dikatakan salah seorang warga desanya, Subur (51)  yang dimuat di pangandarannews.com beberapa hari lalu.

Menurut Icang, ia bekerja dan melaksanakan pembangunan inprastruktur yang bersumber dari anggaran DD sudah sesuai dengan aturan yang ada, dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan nya.

"Itu tidak benar, bila ada tuduhan kepada Pemerintahan Desa Mekarwangi bahwa kami sudah melakukan penyelewengan anggaran Dana Desa apalagi pengerjaan yang bersifat piktif, sekali lagi itu tidak benar", ungkapnya kepada PNews di ruang kerjanya.(04/07)

Dikatakan Icang, semua pembangunan baik infrastruktur ataupun bangunan lainnya dalam pelaksanaannya, sebelumnya selalu melalui musyawarah dulu di desa. Dan setelah ada kesepakatan dari semua unsur pemerintahan, diantaranya Kepala Dusun, RT, RW juga para tokoh masyarakat, baru dibuat perencanaan bersama TPK dimana saja pembangunan tersebut  akan dilaksanakan.

“Dan semua pembangunan di desa kami sudah sesuai dengan program APBdes Mekarwangi.", tegasnya.

Di tempat yang sama, Kasi ekbang Desa Mekarwangi, Dede Haeruman membenarkan apa yang dikatapkan kadesnya. Menurutnya, anggaran DD tahun 2016 bisa diserap sesuai rencana yang sudah sebelumnya di rapatkan dengan semua unsur pimpinan dan perangkat desa.

"Dari total Dana Desa sebesar Rp 650 juta, Rp 75 juta untuk pembuatan gedung posyandu di Dusun Pasir Ragas, Rp 420 juta untuk pembangunan infrastruktur jalan rabat beton dijalan  Pasir Benda Nagrog dan ditambah 20% untuk  pemberdayaan masyarakat desa.", jelasnya.

Ditambahkan Dede, tidak mungkin ia sebagai perangkat desa mau menyengsarakan rakyatnya. Bahkan, lanjut Dede, ia ingin masyarakat turut membantu jalannya pembangunan di Desa Mekarwangi.

“Jadi jangan malah berprasangka buruk yang belum tentu kebenarannya", tandasnya. (AGE)

GELIAT PEMBANGUNAN DI DESA PANYUTRAN LIBATKAN ANTUSIAS WARGA

PADAHERANG-Desa Panyutran, salah satu dari 14 desa di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran secara geografis terletak  pada dataran tinggi pegunungan dengan kondisi jalan, baik yang menuju ke desa lain atau ke ibu kota kecamatan sangat memprihatinkan.

Pada tahun 2017, dengan memanfaatkan Dana Desa (DD), Panyutran terus menggeliat dalam program pembangunan desanya.

Menurut Kepala Desa Panyutran, Dasto, program DD tahun ini akan diperioritaskan pada perbaikan infrastruktur jalan yang ada di desanya.

“Dari keseluruhan jalan yang ada di desa kami, baru 30 % saja yang kondisinya baik. “terang Dasto.(12/6)

Seperti yang sudah ada dalam program kegiatan pembangunan desa, lanjut Dasto, tahun 2017 ini sekitar Rp 120 juta dialokasikan pada pembangunan 570 meter jalan di Dusun Balater, dengan rincian Rt 20 sepanjang 270 meter, Rt 21 kebagian 150 meter dan Rt 22 dengan panjang jalan 150 meter.

“Semuanya memakai jalan rabat beton. “jelasnya.

Masih kata Dasto, pihaknya sangat mengapresiasi antusias warganya yang bisa terlibat langsung pada pembangunan desa. Tidak hanya kaum pria, ibu-ibu pun nampak tak segan-segan untuk turun langsung  dalam pengerjaan pengcoran jalan di tiap-tiap RT.

“Di tengah-tengah pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, warga tetap semangat ikut dalam proses pengecoran. “kata Dasto.

Sementara salah seorang warga, Diah (32) mengatakan, ia sangat berterimakasih dengan adanya perbaikan jalan di lingkungannya karena memang sudah bertahun-tahun jalan ini belum mendapat perbaikan sehingga jika datang musim hujan, jalan pun akan licin dan terkadang membahayakan warga.

“Mudah-mudahan dengan kondisi jalan yang sudah bagus bisa melancarkan tranfortasi warga desa saat akan menjual hasil panen kami. “ungkapnya. (Isis Koswara)

MASTUR, SIAP AMANAH PIMPIN DESA CIPARANTI

CIMERAK –Salah seorang Kepala Desa hasil pilkades serentak tahun 2017 di Kabupaten Pangandaran, Mastur (46) berhasil meraih suara terbanyak dan terpilih menjadi Kades Ciparanti Kecamatan Cimerak, usai acara pelantikannya oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata kepada PNews mengatakan, siap untuk meningkatkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara maksimal juga melanjutkan program program rencana kerja kepala desa sebelumnya ( Dadang Suherman -red) seperti yang disampaikan  bupati dalam sambutannya.

"Saya siap untuk meningkatkan kinerja serta memberikan yang terbaik untuk warga desa Ciparanti, “tegas Mastur.(25/4).

Dikatakan Mastur,  tapi itupun harus ada dukungan dan kerjasama dari para tokoh ulama, masyarakat, BPD, pemuda, perangkat desa dan seluruh masyarakat Ciparanti.

“Karena mustahil semua harapan itu bisa tercapai bila desa tidak ada jalinan kerjasama yang erat dengan semua elemen masyarakat", katanya.

Dalam kesempatan lain, Mastur pun tidak lupa menyampaikan terima kasihnya pada masyarakat Desa Ciparanti yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepadanya untuk memimpin iparanti 5-6 tahun ke depan.

“Pilkades sudah usai, saatnya kita sekarang bergandeng tangan dan fokus pada cita cita serta harapan masyarakat Desa Ciparanti agar lebih sejahtera, lebih maju dalam perekonomian dan bisa lebih meningkat kualitas hidup serta dalam kehidupan beragama," pungkasnya. (AGE)

SURYO, MANTAN BRIMOB UNGGUL PADA PILKADES PARANKANMANGGU

PARIGI-Suryo, mantan anggota Brimob Polri ahirnya terpilih dengan raihan suara terbanyak pada pilkades serentak tahun 2017 Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan tanggal 2 april lalu.

Ditemui di rumahnya, kepada PNews, Suryo mengatakan, setelah pensiun dari kepolisian enam bulan lalu, ia pun pulang ke kampung halamannya agar bisa terus mengabdi pada masyarakat walau pun bukan lagi sebagai anggota polisi.

“Setelah tinggal di kampung halaman, saya langsung bergabung di ormas Manggala Garuda Putih serta aktip mengikuti beberapa kegiatan kemasarakatan. “ungkap Suryo.(3/4).

Salah seorang putrinya, Rini, menuruturkan, pasca pensiun dari kepolisian, bapaknya langsung berbaur dengan warga desa dan banyak mengikuti kegiatan yang sering dilaksanakan warga desa lainnya.

“Mungkin karena itulah, bapak suka bermasyarakat sehingga bisa terpilih menjadi kepala desa dalam pilkades kemarin. “ujar Rini. (Anton As).

TOWONGAN, TRADISI JELANG PILKADES ERATKAN SILATURAHMI CALON DENGAN WARGA

CIMERAK - Acara pesta demokrasi di sebelasn desa yang tersebar di 7 kecamatan wilayah Kabupaten Pangandaran tingggal beberapa jam lagi jelang pelaksanaannya.

Ada kebiasaan, saat esok hari pelaksanaan pemungutan suara, para calon kepala desa seperti biasanya melakukan kegiatan malam towong d irumah nya masing-masing, hal ini sebagai ajang silaturahmi para warga dengan kandidat calon sebelum acara pilihan dimulai.

Seperti halnya dilakukan di Desa Ciparanti  Kecamatan Cimerak, dengan dua calon yang berasal dari tiga dusun yang ada di desa tersebut.

Dadang Suherman, salah seorang calon Kepala Desa Ciparanti yang menyelenggarakan malam towong kepada Pnews menuturkan, tujuan dari acara malam towong tersebut untuk menjalin silaturahmi dengan seluruh masyarakat agar bisa terjalin kebersamaan jelang pilkades esok hari, Minggu,  02/04/2017.

Menurut Dadang, ini salah satu kebiasaan jelang acara pesta demokrasi di desa, bertujuan untuk lebih menjalin kedekatan dengan warga sebelum pelaksanaan pilkades.

“Jadi bukan bermaksud untuk hura-hura atau semacamnya, yang jelas moment ini bisa saya gunakan untuk  mempererat silaturahmi dengan masyarakat khususnya warga Desa Ciparanti. “ungkapnya.(01/4).

Dalam kegiatan tersebut, Dadang juga tidak lupa untuk meminta do'a kepada semua warga desa Ciparanti agar acara pilkades besok bisa aman dan lancar.

"Saya sebagai salah satu calon, dengan kerendahan hati meminta kepada semua warga untuk mendo'a kan agar acara pilkades besok bisa berjalan tertib, aman dan lancar", imbuhnya.

Ditempat terpisah, salah seorang tokoh di Kecamatan Cimerak,  Sadili (73), mengatakan, boleh saja melakukan malam towong, namun acara tersebut hendaknya bisa dipakai silaturahmi calon dengan masyarakat dan jangan sampai acara tersebut dipakai untuk hal negatif. Seperti bagi- bagi amplop ( money politic)  atau menjelek jelekan kandidat yang lain.

“Saya yakin di kecamatan Cimerak masyarakatnya akan lebih mengutamakan kondusifitas dalam rangka pelaksanaan pilkades besok." kata Sadili.

Tidak lupa Sadili pun mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh calon yang kan melaksanakan pilihannya besok hari di Kecamatan Cimerak.

"Saya ucapkan selamat bertanding kepada semua calon kades di dua desa yang berada di wilayah kecamatan Cimerak,  semoga bisa bertanding secara sportif pada waktunya, dan untuk para pemilih silakan pilih sesuai kehendak hati nurani saudara,  karena pilihan saudara akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan desa setidaknya 5-6 tahun kedepannya", pungkasnya.  (AGE)

AKIBAT JALAN RUSAK, KEPALA DESA KALIJATI JADI SASARAN KELUHAN WARGA

SIDAMULIH-Kondisi jalan menuju Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran sampai sekarang belum tersentuh perbaikan. Padahal, banyak komoditas hasil pertanian dan kayu masyarakat butuh sarana tranportasi jalan untuk mobilisasi hasil sumber alam tersebut.

Menurut Kepala Desa Kalijati, Suhana, sebagai pemerintahan paling bawah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, pihaknya kerap mendapat keluhan warga tentang masih buruknya infrastruktur jalan di desanya.

“Saya kerap ditagih warga, katanya janji saya bohong untuk mengusahakan perbaikan jalan.  “ungkap Suhana.(4/2).

Padahal, menurut Suhana, pihaknya sudah mengusulkan ke pemda baik untk perbaikan jalan, gorong-gorong dan  selokan yang keadaanya memang sudah parah.

Sering pula masyarakat mengatakan, ia sebagai pimpinan di desa dianggapnya tidak mampu mengusahakan pembangunan desa walau pun jalan tersebut berstatus jalan kabupaten.

“Inilah delimatisnya kepala desa, dari bawah ditekan sementara pemkab pun mungkin belum menganggarkan perbaikan jalan menuju desa kami. “imbuhnya. 

Suhana berharap ini akan menjadi perhatian pemda agar jalan rusak menuju desanya bisa segera diperbaiki tahun ini. (Anton AS)


DEDI, S.IP PJS KADES, PIMPIN PEMBANGUNAN DESA PANGKALAN

LANGKAPLANCAR-Sebagai Plt. Kepala Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Dedi, S.Ip, dalam masa jabatan yang baru 3 bulan, menuturkan, ia akan melaksanakan beberapa program pembangunan yang ada di desa.

Menurutnya, beberpa pembangunan infrastruktur  di desanya dalam anggaran tahun 2017 seperti, rabat beton jalan Cigangsa-Cigorowek sepanjang kurang lebih 3 km, pembangunan lapangan sepak bola di Dusun Pangkalan, pembangunan pasar desa pangkalan dan pembangunan Kantor Desa.

“Semua pekerjaan itu sudah masuk dalam rencana pembangunan Desa Pangkalan tahun 2017. “ungkap Dedi.(25/1).

Dedi pun berharap, pencairan baik Dana Desa (DD) atau Alokasi dana Desa (ADD) tahun ini tidak terlambat, sehingga semua pembangunan di desanya pun bisa tepat waktu.

“Dan nantinya pembangunan yang ada di desa Pangkalan pun akan segera bisa dinikmati warga. “tambah Dedi. (ANTON  AS).

GELIAT PEMBANGUNAN DESA SUKARESIK DALAM MUSRENBANG 2017

SIDAMULIH – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan forum perencanaan (program) yang dilaksanakan lembaga publik (pemerintah), baik pemerintah desa dan Kecamatan hingga Kabupaten.
Dalam pelaksanaannya, musrenbang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan program pembangunan yang ada di daerah pun bisa terukur.

Seperti yang dilaksanakan musrenbang tingkat desa di Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, (11/01), yang dihadiri langsung Camat Sidamulih, Dedi Rachman, S.sos, M.si.

Dalam sambutannya Dedi menjelaskan, pentingnya acara tahunan di tingkat desa ini dilaksanakan untuk menjaring aspirasi dari tingkat paling bawah, masyarakat, dalam  meningkatkan pembangunan di desanya.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2007, Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat RKP (Rencana Kerja Pembangunan-red) Desa, adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun dan merupakan penjabaran dari RPJM Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa", jelasnya

Ditambahkan Dedi, setiap tahun pada bulan Januari biasanya di tingkat desa diselenggarakan musrenbang untuk Desa (RKP Desa),  penyusunan RKP Desa selalu diikuti dengan penyusunan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa).

“Karena suatu rencana program tanpa adanya ketersediaan anggaran sepertinya akan menjadi dokumen atau berkas belaka", tambahnya.

Kedua dokumen, menurut Dedi, ini tidak terpisahkan dan disusun berdasarkan musyawarah  mufakat. RKP dan APB Desa merupakan dokumen dan infomasi publik, jadi Pemerintah desa merupakan lembaga publik yang wajib menyampaikan informasi publik kepada warga masyarakatnya.
.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Sukaresik, Ikin Asikin serta seluruh kepala dusun menyambut antusias pelaksanaan musrenbang tahun 2017 untuk bisa meningkatkan pembangunan ekonomi Desa Sukaresik. (AGE).

2017, 9 DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI PILKADES SERENTAK

PARIGI - Bertempat di aula Setda Pangandaran (29/12),  BP3APK2BPMPD menggelar kegiatan sosialisasi Pilkades  serentak mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan pesta demokrasi masyarakat desa yang akan dilaksanakan tanggal 2 April 2017 mendatang di 9 desa yang tersebar di 7 kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

Kabid Pemdes BP3APK2BPMPD Pangandaran, Tjomi Suryadi, S.Sos menjelaskan, pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 384 juta lebih yang akan digunakan sejak tahap sosialisasi, persiapan, pelaksanaan hingga pelantikan dengan disesuaikan jumlah hak pilih di tiap desa yang melaksanakan pilkades.

" Pemkab Pangandaran memberikan dana buat sembilan desa yang akan melakukan pesta demokrasi ini dengan tujuan untuk mempermudah kepada semua calon yang akan bertanding sehingga jangan sampai ada calon yang memang berkompeten tidak bisa ikut karena alasan tidak punya dana yang cukup", kata Tjiomi.(29/12).

Pada kesempatan yang sama, Tjomi juga merinci dana yang akan diterima masing-0masing Pemerintahan Desa dalam pelaksaan pilkades serentak di Kabupaten Pangandaran tahun 2017. Di Kecamatan Cimerak, Desa Ciparanti akan menerima anggaran sebesar Rp 36.482.000 dan Desa Sukajaya Rp.41.105 000. Kecamatan Mangunjaya, Desa Mangunjaya Rp.47.760.500, Desa Sukamaju Rp. 46.293.500. Kecamatan Kalipucang, Desa Ciparakan Rp.38.229.500. Kecamatan Padaherang, Desa Bojongsari Rp.37.686.500. kecamatan angkaplancar, Desa Pangkalan Rp.43.101.500. Kecamatan Parigi, Desa Parakanmanggu Rp.42.113.000 dan untuk Kecamatan POangandaran, Desa Babakan mendapat Rp.52.043.000.  Total anggaran yang digelontorkan Pemkab Pangandaran untuk 9 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak tahun 2017 sebesar Rp. 384.814.500.

“Adapun jika dana tersebut tidak mencukupi, maka disarankan desa bisa biusaq mengambil dari dana cadangan di APBDes. “imbuh Tjomi.

juga lebih lanjut Tjomi menjelaskan, untuk desa yang mempunyai calon lebih dari 5, pihak Pemkab bisa bekerjasama dengan Lembaga Independen Perguruan Tinggi, seperti, UNPAD dan UNPAS dalam tahapan uji psikotes,

“Jadi nanti hasil psikotes tersebut bisa menentukan mana yang layak atau tidak layak ikut nyalon, karena panitia pilkades sendiri tidak punya hak untuk mencabut atau membatalkan pencalonan seserorang  bila memang lebih dari 5 calon. “Ungkapnya.
.
Terkait pengamanan saat pelaksanaan pilkades, Tjomi juga mengatakan, Pemkab Pangandaran akan mengirim Pol PP, kepolisian dan TNI.

“kami sarankan,  linmas di desa masing masing pun harus pro aktif dalam pelaksanaannya nanti. “pungkas Tiomi. (TONI-AGE).





KEPALA DESA KERTAMUKTI BANTAH SERTIPIKATKAN HARIM LAUT

CIMERAK – Berita miring masalah tanah Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang dikuasai oleh warga negara cina sangat disesalkan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Raksa Samudra Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muaragatah, Muhidin (56).

“Sejak tahun 2004 daerah pesisir pantai dan sempadan sungai di Desa Kertamukti banyak dikuasai warga negara asing,” ungkap Muhidin.(19/12).

Menurut Muhidin, pesisir pantai dan sempadan sungai yang notabene harus dijaga Pokmaswas, ternyata malah di sertifikatkaan dan menjadi hak milik dengan cara bekerjasama dengan salah satu oknum aparat pemerintah desa.

“Sudah dijelaskan dalam undang-undang, harim sungai dan harim laut tidak boleh disertifikatkan atau menjadi hak milik oleh siapa pun, namun di Desa Kertamukti sekitar 20 hektar dikuasai warga berkewargaan Cina,” jelas Muhidin.

Muhidin menambahkan, dengan cara mendirikan usaha sarang burung walet, pabrik kayu, penanaman kelapa hibrida orang asing tersebut bebas menguasasi lahan desa dan harim laut.

“Caranya, dengan mempekerjakan orang lokal, pengusaha tersebut bisa menguasai sebagian lahan milik desa, dan kami lebih kecewa lagi ketika mengetahui tanah aset desa di Dusun Cidahon yang ditanami kayu dikontrakan ke orang asing dengan cara melibatkan aparatur pemerintah desa  “kata Muhidin.

Ketika hal ini dikonfirmasi, Kepala Desa, Asep Purnama yang didampingi Sekdes dan BPD Kertamukti membantah keras semua yang dikatakan Ketua Pokmas, Muhidin.

Menurut Asep Purnama, pihaknya selama ini tidak pernah mempasilitasi orang asing untuk bisa menguasasi tanah harim laut atau sungai untuk dijadikan hak milik.

“Kami tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan ketua pokmas. “ungkap Asep. (20/12).

Menurutnya, yang memiliki tanah di Desa Kertamukti bukan warga Cina atau warga asing lainnya, dia itu warga negara Indonesia keturunan cina bernama Hadiat ( acen) yang berdomisili di Tasikmalaya.

Dan aset tanah yang dimilki Hadiat, lanjut Asep, paling sekitar 3 hektar itu pun ia peroleh dari hak milik masyarakat. Sedangkan yang ada di sekitar harim laut ia dapatkan dengan status sewa ke desa dan itu pun hanya 200 bata.

“Jika memang ada tanah desa atau harim laut yang disertipikatkan, silahkan tinggal cek ke kantor BPN, jadi semua yang dituduhkan ketua pokmas tersebut tidak mendasar dan tidak benar. “tegas Asep lagi.
Menurut Asep lagi, selama ini pihak desa tidak pernah mensertifikatkan tanah harim laut, apalagi berurusan dengan orang asing.

Sementara salah seorang anggota BPD Kertamukti, Muhyat( 44 ) pun ikut bicara, kalau memang benar apa yang selama ini dituduhkan Ketua Pokmas, Muhidin, silahkan buktikan, jangan berkata bohong dan mencemarkan nama baik Desa Kertamukti.

“Ini Negara hukum, jadi segala sesuatu yang dituduhkan harus jelas bukti dan faktanya"  tandasnya. (AGE).

HASIL PENELITIAN, DI DESA KERTAHARJA CIMERAK ADA POTENSI EMAS

CIMERAK- Sejak masa penjajahan dulu sudah tersiar kabar adanya harta karun diwilayah selatan Jawa Barat, hanya saja waktu itu beberapa orang saja yang tahu keberadaan pirit/emas muda yang tersimpan di Kecamatan Cimerak. Dan itu terbukti pada masa penjajahan dulu dengan adanya jalur jalan kereta api sampai ke arah selatan, tepatnya di Kecamatan Cijulang terdapat stasiun terakhir nya. Dan sangat tidak mungkin jika waktu dibangun jalur kereta api oleh penjajah dulu bila di wilayah selatan jabar  ini tidak ada tujuan.

"Batu pirit atau emas muda yang ada di wilayah Kecamatan Cimerak ini sebagai bahan dasar emas sama dengan batu pirit yang ada.di PT.Preefort, Irian Jaya" kata Abdul Gofar yang biasa dipanggil Opang.(25/11).

H. Opang menambahkan, informasi tentang batu bahan emas ini ia peroleh dari temannya yang bekerja di PT.Preefort Irian Jaya.

Opang jga mengatakan,  dulu semasa ia masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Ciamis pernah  mengusulkan dan menginformasikan hal ini, karena sudah jelas berdasar Uga/siloka sepuh Kacijulangan, adanya harta karun di wilayah Kabupaten Ciamis (sebelum pemelaran).

Hal senada dikatakan Kepala Desa Kertahraja Kecamatan Cimerak, H.Oman Rohman, sebenarnya di desanya, tepatnya di Dusun Jampang, Dusun Cikondang dan Dusun Purwasari terdapat potensi mineral emas.

“Hanya saja potensi ini samapai sekarang belum diketahui Pemkab Pangandaran. “ungkap Oman.(25/11)/

Oman juga menungkapkan, pembuktian adanya kandungan emas di desanya itu, waktu itu  pernah ada penelitian oleh perusahaan dari Jakarta.  Dan menurut hasil penelitian perusahaan tersebut menyatakan di beberapa area di Desa Kertaharja ada gurat emas.

“Namun saat itu ijin pertambangannya tidak keluar, makanya kami berharap bisa secepatnya dilakukan penelitian ulang oleh Pemkab Pangandaran, “ imbuhnya.

Konon, menurut cerita para orang tua di desanya, lanjut Oman, suatu saat nanti Desa Kertaharja akan sejahtera dan akan menjadi desa pertambangan emas, dari dulu cerita tersebut sudah lama berkembang di masyarakat.

"Semoga semua cerita orang tua dahulu tersebut akan menjadi kenyataan" pungkas Oman. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN