Pengurus Dan Anggota Karang Taruna Bantar Kalong Ikuti Peningkatkan Kapasitas SDM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)  khususnya dikalangan pemuda, Pemerintah Desa Bantarkalong Kecamatan  Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya  menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kapasitas Karang Taruna, bertempat di aula desa.(31/07)

Selain diikuti seluruh anggota Karang Taruna Desa Bantarkalong, kegiatan ini juga turut dihadiri Sekdes Bantarkalong, perangkat desa, Danramil Cipatujah Serka Agus Sugiarto dan Kapolsek Cipatujah Brigadir Asep Mulyana.

Dalam sambutannya Sekdes  Bantarkalong menyampaikan, dengan dilaksanakan pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi Karang Taruna serta mampu berkontribusi dalam memajukan Desa Bantarkalong.

"Tentu dalam membangun dan memajukan desa kita harus bersama-sama termasuk dengan melibatkan pemuda," ucap sekdes

Sementara dalam penberian materi tentang kelembagaan Karang Taruna, Danramil Cipatujah Serka Agus Sugiarto memaparkan, Karang Taruna menjadi salah satu lembaga kemsyarakatan desa yang didalamnya berunsurkan pemuda dan pemudi yang berusia 13 tahun s.d 45 tahun,  dan sebagai pengurus haris berusia minimal 17 tahun maksimal 35 tahun. 

Karang Taruna ini, menurut Danramil, sudah ada sejak dahulu dengan beberapa genesari didalamnya dan menghasilkan beberapa kegiatan-kegiatan yang mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat.

"Kegiatan Peningkatan Kapasitas Karang Taruna ini menjadi program yang setiap tahun dilaksanakan dalam rangka mewujudkan SDM yang unggul dan berdaya saing di era moderenisasi saat ini," ucap Danramil.

Ia menjelaskan, berdasarkan Pasal 1 angka 14 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan ("Permendagri 5/2007), karang taruna adalah lembaga kemasyarakatan yang menjadi wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda yang ada di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat.

*Karang taruna bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial yang secara fungsional dibina dan dikembangkan oleh Departemen Sosial," terangnya.

Karang taruna ini, imbuh Danramil, berangggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART-nya diatur keanggotaanya, mulai dari pemuda dan pemudi berusia mulai dari 11–40 tahun) dan batas sebagai pengurus adalah berusia 17–35 tahun.

Danramil juga menuturkan terkait fungsi dibentuknya karang taruna, antara lain sebagai penyelenggara terlaksananya usaha kesejahteraan sosial; Penyelenggara kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat.

Penyelenggara pemberdayaan masyarakat, terutama bagi generasi muda di lingkungannya baik secara komprehensif, terpadu, terarah, dan berkesinambungan; Penyelenggara kegiatan dalam hal pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.

Penanaman pengertian, memupuk, dan meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial generasi muda; Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial, dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); Pemupukan kreativitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis, produktif, dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.

"Melalui Karang Taruna Desa, Danramil juga berharap bisa menjadi salah satu pendukung kemajuan desa dan peningkatan sumber potensi yang ada di Desa Bantarkalong," tegasnya. (anwarwaluyo)

Lagi, Warga Keluhkan Fasilitas Di Komplek Dadaha Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi shelter yang ada di komplek Dadaha Kota Tasikmalaya saat ini sudah  tidak layak untuk digunakan, padahal anggaran pembuatan shelter tersebut mungkin menggunakan yang tidak sedikit. 

Tak hanya shelter, kondisi pasilitas umum lainnya seperti toilet pun tampak kumuh, jorok, dan tidak terawat bahkan menimbulkan bau tak sedap tercium hingga ke luar toilet.

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung, Dede, kondisi tersebut membuat fasilitas umum itu tak layak pakai untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK) yang sering digunakn masyarakat yang sedang beraktivitas olahraga.

"Pemerintah harusnya malu, toilet SPBU saja bersih dan wangi," ucap Dede.(30/07)

Dede mengatakan, fasilitas tersebut memiliki dua ruang terpisah antara ruang toilet pria dan wanita, namun hanya satu ruang terdiri dari tiga kamar toilet musholla.

Ia juga menyayangkan kondisi fasilitas ruang publik yang harusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat tersebut kondisi kerusakan, tapi terkesan kondisi ini dibiarkan oleh pemerintah.

"Bagaimana bisa merawat infrastruktur lainnya kalau hanya untuk merawat fasilitas umum saja da dan yerkesan diabaikan," imbuh Dede.

Saat hal dikonfirmasi ke UPTD Dadaha pihak pengelola kompleks Dadaha, sayang tidak ada pegawai yang bisa dimintai tanggapannya.(anwarwaluyo)


 

Dianggap Langgar Aturan ASN Saat Ikut Aksi FPDS, Ini Penjelasan Camat Sidamulih

 

Camat Sidamulih, Megi Parlumi
PANGANDARANNEWS.COM - Saat diminta komentarnya terkait hadirnya di demo warga Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran yang tergabung dalam Forum Peduli Desa Sukaresik (FPDS) di kawasan wisata Tanjung Cemara pada hari mingggu (21/07), Camat Sidamulih Megi Parlumi menyampaikan, pada intinya jika merujuk pada ketentuan pasal 5 Peraturan Pemerintah (PP) nomer 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS terkait larangan yang dilakukan oleh PNS, menurutnya tidak ada satu pun ketentuan yang dilanggar.

Justru sebagai pejabat publik, menurutnya, salah satu tugas utamanya adalah melayani masyarakat sehingga ia pun harus merespon jika ada orang atau masyarakat yang harus dilayani.

"Dan terkait sikap saya pada saat aksi unjuk rasa tersebut, apa yang saya lakukan tersebut justru didasari atas hal tersebut," jelasnya pada PNews, di ruang kerjanya.(30/07)

Saat ini, kata Megi, khususnya
masyarakat Desa Sukaresik membutuhkan dukungan dan pelayanannya selaku pimpinan wilayah Kecamatan Sidamulih,  sehingga atas hal tersebut ketika dirinya hadir masyarakat pun merasa terpenuhi kebutuhan afeksinya.

Megi mengatakan, dan hasilnya bisa dilihat bersama dalam menyampaikan aspirasinya masyarakat bisa bersikap tertib dan tidak anarkis karena merasa aspirasi dan keluhan didengarkan.

Kata Megi, orasi yang dilakukan saat aksi tersebut justru agar masyarakat yakin, bahwa Pemerintah Daerah Pangandaran hadir dan mendengar apa yang terjadi di tengah masyarakat khususnya masyarakat Desa Sukaresik.

"Saat itu saya juga sudah mewanti-wanti agar masyarakat tetap bisa tertib dan santun dalam menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka," ucapnya.

Ia juga menyebut, kehadirannya di aksi FPDS tersebut tidak mengganggu tugasnya sebagai camat karena aksi masyarakat tersebut saat hari libur (minggu).

"Saya juga hadir dengan mengenakan kaos oblong dan celana jean tanpa atribut ASN apa pun," tegasnya.  

Namun jika kehadirannya di aksi FPDS ini dinilai tidak etis oleh Badan Kepegawiaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Megi mengaku, hal itu memang sudah menjadi hak dan kewenangan BKPSDM terkait pembinaan pegawai.

"Dan sebagai ASN tentunya saya harus taat dan patuh pada aturan walau tentu banyak faktor yang saya pertimbangkan  saat saya ikut hadir dan berorasi pada aksi FPDS tersebut," imbuhnya.

Terpisah, saat dihubungi lewat telepon selulernya oleh salah seorang awak media, Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Wawan Kustaman menyampaikan, hal ini sudah menjadi kewenangan Sekretaris Daerah (Sekda).

"Maaf saya tidak bisa berkomentar banyak, nanti saja ke Pa Sekda ya..," ujarnya singkat. (hiek)

Masyarakat Desa Cikalong Antusias Peringati HUT Tasikmalaya ke 392 Di Tingkat Kecamatan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke 392 yang jatuh pada tanggal 26 Juli,  Pemerintah Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong ikut serta pada kegiatan yang dipusatkan Lapangan Desa Cibeber.(27/07)

Atas nama masyarakat dan jajaran pemerintahan desa, Kepala Desa Cimanuk Anharudin menyampaikan selamat Hari Jadi, mudah-mudahan di usianya yang 392 Kabupaten Tasikmalaya lebih maju lagi baik sektor ekonomi, pertanian dan kemajuan lainnya.

Anharudin  juga berharap di hari jadi ini bisa menjadi momentum semakin pesat kemajuan baik insfrastruktur, pelayanan, pendidikan dan pembangunan lainnya serta masyarakat pun semakin sejahtera.

"Juga pada sektor pariwisata khususnya yang ada di Tasikmlaya wilayah selatan bisa lebih tertata dengan pembangunn sarana penunjang," ungkap Aharudin.

Dari pantauan PNews di lokasi, tampak masyarakat sangat antusias dan gembira mengikuti rangkaian kegiatan peringatan hari jadi ini yang dimeriahkan dengan sejumlah acara, seperti penampilkan kesenian tradisional tari, pawai jampana, lomba senam sehat dan keseruan lainnya.

Masih di tempat yang sama, kepada sejumlah wartawan Camat Cikalong Camat Acep Sofian s.pd mengaku untuk seluruh masyarakat dari 11 desa yang sudah hadir dalam kegiatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke 392.

Momentum ini, kata Acep, betul-betul menjadi hajat besar warga Tasikmalaya khususnya masyarakat Cikalong dengan penampilan kreasi seni yang ditampilkan dari tiap-tiap desa.

Kabupaten Tasikmalaya, terang Acep, terdiri dari 39 kecamatan 351 desa tentu masih banyak yang harus dikerjakan baik pada sektor pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan  ekonomi dan bidang lainnya.

"Dalam kesempatan ini atas nama seluruh masyarakat Cikalong saya ucapkan, selamat Ulang Tahun Kabupaten Tasikmalaya ke 392," ucapnya.

Selain dihadiri masyarakat peringatan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-392 tahun 2024 di Kecamatan Cikalong, juga turut dihadiri Kapolsek,  Danramil, Ketua Apdesi serta para kades, Ketua PGRI, Cikalong, K3S, Kepala Puskesmas, KUA, DMI, Para BPD, Karang Taruna, Muslimat, Patayat, kader PKK, Posyandu, Ormas, OKP dan LSM, serta seluruh lapisan tokoh masyarakat, tokoh agama dan lintas sektoral.(anwarwaluyo)


Tak Ingin Dikunjungi Wartawan, Pengurus P3-TGAI Parakannyasag Arogan ?

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Wartawan sejatinya memainkan peran penting dalam era keterbukaan informasi untuk masyarakat sebagai penghubung antara peristiwa dan publik, tugas utama jurnlis adalah menyampaikan informasi yang akurat, objektif dan relevan kepada pembaca, pendengar, atau pemirsa.

Dalam kegiatan yang dilakukan seorang jurnalis dalam mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyajikan berita up to date kepada masyarakat melalui media massa, namun sangat disayangkan ada saja ulah oknum-oknum yang menghalangi kerja wartawan ini.

Seperti yang dilakukan Ketua Kelompok Penyelenggaraan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya,
diduga salah seorang oknum pengurus Kelompok P3-TGAI Lemah ini telah bersikap arogan dan terkesan menghindar menghalangi tugas pers.

Padahal seperti diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yakni pasal 18 ayat (1) UU Pers jelas ditulis, menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik dapat dipidana 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp. 500 juta.

Tak hanya arogan, oknum tersebut juga diduga sempat marah-marah kepada salah seorang awak media yang sedang menjalankan tugasnya sebagai kontrol pembangunan saluran air tapi salah satu ketua kelompok tani malah marah kepada awak media.

Seperti disampaikan salah seorang wartawan inisial A dari media Jurnal Media Sukses (JMS), kejadian tersebut terjadi saat dirinya sedang melakukan tugas jurnalistik mengunjungi proyek P3-TGAI di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.(24/07).

Ia mengaku merasa tidak enak dengan perkataan yang dilontarkan oleh bendahara kelompok P3AI
Lemah Cai yang arogan, dan saat mengunjungi lokasi untuk mengklarifikasi adanya dugaan insiden intervensi sayang ketua maupun bendahara tidak ada di lokasi.

"Ketua barusan ada, yang pakai tas selempang yang sudah agak tua dan badannya pendek," ungkap salah satu pekerja saat tanya tim media.

Karena tidak ada yang bisa diwawancari, awak media tersebut langsung mengunjungi Kantor Kelurahan Indihiang dan bertemu dengan Kasi Pemerintahan, Useng.

Kepada media, Useng pun menyampaikan terimakasih atas informasinya dan hal ini akan dikoordinasi dengan Kepala Kelurahan

"Mudah-mudahan kejadian ini ada hikmahnya," ucap Useng.

Seperti diketahui, dalam rangka memenuhi kebutuhan air irigasi demi mendukung ketahanan pangan nasional dan aktivitas perekonomian serta mendorong pemerataan pembangunan nasional yang tercantum dalam prioritas pembangunan kelima Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJPMN)  2020-2025, maka diperlukan penyelenggaraan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi.

Program Perceparan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah program rehabilitasi, peningkatan, atau pembangunan Jaringan Irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan sendiri oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air secara swakelola.(anwarwaluyo)

Datangi Gedung DPRD, Tokoh Agama Pangandaran Desak Pemda Tegas Terkait Peredaran Miras

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Pangandaran, beramai-ramai datangi gedung DPRD untuk menanyakan terkait kontrol dan pengawasan peredaran miras di wilayah wisata Pangandaran.(25/07)

Dengan maraknya pengedar dan konsumen miras masyarakat dan para tokoh merasa prihatin, pasalnya semakin hari semakin tak terkendali. 

Seperti disampaikan koordinator aksi, Maman Nugraha, pihaknya meminta seluruh instansi terkait seperti Dinas Perizinan, Perdagangan,  Satpol PP, DPRD dan kepolisian agar bersinergi menegakkan hukum atas maraknya peredaran miras di Pangandaran. 

"Kami mendesak agar semua pihak yang terkait di pemerintahan termasuk kepolisian menindak tegas pelaku pelanggaran miras  ini," tegasnya.

Maman juga mempertanyakan mengapa begitu sulitnya menegakkan hukum atas  pelanggaran baik perizinan maupun peredarannya, karena beberapa lokasi gudang miras dan pedagang miras yang semakin marak tak terkendali. 

"Kami prihatin karena masyarakat menyaksikan ini semua dengan kasat mata, betapa hebatnya peredaran miras ini", ungkapnya.

Maman pun menyebut, pihak berwenang terkesan tak berdaya menghadapi maraknya peredaran miras ini, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya oknum tertentu yang membekingi.

Maman minta agar penegakan hukum dijalankan dan dilakukan secara transparan, karena masyarakat ingin penegakan hukum miras ini dijalankan dengan tegas.

"Jangan ada oknum yang membekingi di belakangnya," ungkapnya.

Menanggapi aksi demo yang dilakukan sejumlah tokoh agama ini, Wakil Ketua DPRD Jalaludin S.Ag menegaskan, hampir semua penjual miras di Pangandaran ini dipastikan belum berizin. 

Padahal, kata Jalal, DPRD Pangandarani telah membuat peraturan dan kontrol namun para pedagang miras ini hampir semuanya belum berizin.

"Saya juga meminta agar masukan dari masyarakat ini disikapi bersama," katanya.

Sementara menurut salah seorang peserta demo menyampaikan, para penegak hukum untuk bercermin kepada polisi dari Satlantas yang  begitu tegas tanpa pandang bulu sekedar lupa tidak pakai helm saja ditilang.

"Sementara pelanggaran terhadap aturan miras ini lebih hebat dan lebih luas," ucapnya.

Sayang aksi tersebut tidak dihadiri Bupati dan juga ketua DPRD, sehingga para audiens merasa kecewa.(harisfirdaus)

LAKI LAKI TERTUNDUK SEAKAN LAGI PERIKSA BAN DI KETAHUI SUDAH JADI MAYAT.

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Seorang pria ditemukan sudah menjadi mayat di sebelah mobil yang terparkir di area tanah kosong di lingk Parunglesang RT 06 Rw 07 kelurahan Banjar Kecamatan Banjar kota Banjar 

yang tak jauh dari lokasi Terminal Banjar Rabu (24/7/2024) sekitar pukul 8 pagi. Mayat tersebut diketahui bernama Muslimin .

 "Mayat berjenis kelamin laki-laki diketahui bernama Muslimin yang beralamat di Lingk Cikadu Rt 21 Rw 09" ujar Serka Fathur , kepada Pangandaran News , Fathur memmbetulkan mayat ditemukan oleh  seorang  wanita yang saat itu lagi bersih bersih bernama Sumiati dan Rohana kedua ibu ini saat di wawancara PNews enggan untuk memberi keterangan .

Mereka awaknya dikagetkan dengan seorang pria tertunduk dalam keadaan melengkung di pinggir mobil seakan lagi meriksa ban mobil.

"Kendaraan tersebut terpakir di jalan seputaran tanah kosong yang biasa di pakai latihan burung merpati.

Tim Inafis Polres Banjar kemudian tiba di tempat kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis belum di ketahui .

Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD kota Banjar oleh pihak Polres Banjar untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Ungkapnya (TITO)

Segerombolan Monyet Masuk Pemukiman Gegerkan Warga Banjar kolot Kota Banjar

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Warga yang tinggal di Lingkungan Banjar kolot Rt 04 Rw 11 kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar digegerkan dengan munculnya segerombolan monyet liar di sekitar pemukiman warga, sepertinya monyet tersebut masuk ke pemukiman warga untuk mencari makan.

Menurut salah seorang warga, kemunculan monyet liar ini tentu sangat meresahkan, pasalnya hewan primata ini kadang menyerang warga yang melintas.

Sudah empat hari, kata warga,  monyet ini masuk ke pemukiman, biasanya hewan ini muncul pagi hari saat  warga bersiap beraktivitas.

Saat itu warga kaget karena hewan piaraan sudah jadi korban keganasan monyet, tak hanya itu telur yang masih dierami pun pecah di acak-acak.

Meski belum ada warga yang terluka, namun adanya gerombolan monyet ini cukup membuat warga resah dan khawatir akan menyerang dan melukai anak-anak .

"Diduga monyet-monyet ini datang dari kawasan hutan lindung Karang Kamulyan," ungkapnya.(24/07)

Setelah mendapat  laporan warga, petugas Damkar Kota Banjar langsung turun ke lokasi untuk  berupaya menghalau hewan yang telah meresahkan warga.

Menurut salah seorang petugas Damkar, Dikcy, mengaku kesulitan selain karena menggunakan peralatan seadanya ditambah keberadaan monyet-monyet ini beralih-alih tempat.

"Kami pun hanya bisa mengusir agar bisa menjauh dari pemukiman warga," ucap salah seorang petugas.(tito)

Penuhi Syarat Administrasi, Pasangan Dimyati-Alam Lolos Maju Lewat Jalur Perseorangan Di Pilkada Kota Banjar

H. Dimyati
PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar Jabar akhir mengumumkan pasangan H.Dimyati dan Alam Mbah Dukun dinyatakan lolos   persyaratan dari jalur perseorangan untuk maju menjadi calon Wali Kota dan Wakil Wali kota di Pilkada Tahun 2024 usai melewati sidang pleno yang digelar di aula Pajajaran Lt 3, kota Banjar pada hari Senin (22/7/2024) yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Dan dim 0613, Stap Ahli dan beberapa tokoh masyarakat.

Kepada sejumlah wartawan Ketua KPU Kota Banjar Muhamad Muklis mengatakan, persyaratan untuk pencalonan H Dimyati dan Alam Mbah dukun setelah melalui verifikasi faktual dan dinyatakan memenuhi syarat untuk maju dari jalur perseorangan.

"Calon tersebut secara  administratif sudah mendapatkan dukungan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku," terang Muklis.

Untuk bisa mendaftarkan diri secara perseorangan di Kota Banjar, jelas Muklis, calon harus memiliki jumlah dukungan minimal 10% persen dari jumlah penduduk atau Daftar Pemilih Tetap. Dan peryaratan dukungan ini harus mendapat sebanyak 15.393, sementara data KTP pendukung yang sudah di serahkan melebihi persyaratan yaitu sebanyak 15.677.

"Jadi sebagai sarat perseorangan pasangan H Dimyati dan Alam Mbah Dukun mendapat dukungan dari masyarakat Banjar dan dinyatakan lolos untuk maju di pilkada Kota Banjar Tahun 2024," ungkapnya. (tito)

Datangi BPN Pangandaran, FPDS Pertanyakan Polemik Tanah Tanjung Cemara


PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Peduli Desa Sukaresik (FPDS), siang tadi mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Cintaratu.(23/07)

Kedatangan FPDS ini untuk mempertanyakan beberapa fakta terkait polemik tanah Tanjung Cemara yang terindikasi adanya dugaan praktek kejahatan penyerobotan tanah yang dilakukan oleh mafia tanah secara teroganisir, terstruktur, sistematik dan massive serta diduga melibatkan oknum dari lintas institusi.

Dengan membawa sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan terkait status tanah Tanjung Cemara, mereka mengklaim bahwa tanah mereka telah dikuasai oleh mafia tanah.

Seperti disampaikan kordinasi lapangan (Korlap) aksi, Jemono, warga Desa Sukaresik menyampaikan sikap bahwa polemik yang terjadi di Tanjung Cemara merupakan praktek mafia tanah penyerobot lahan, pencuri dan penjahat berkedok investor.

"Hal ini jelas harus dilawan sampai titik darah penghabisan," tegas Jemono pada sejumlah awak media.

Ia mengaku, warga Sukaresik siap melawan jika ada oknum institusi atau instansi yang membekingi mafia tanah ini karena warga merasa memiliki harga diri dan kehormatan yang siap mempertahankan warisan leluhurnya.

"Telah terjadi pergeseran peta lokasi Tanjung Cemara yang menjadi kecurigaan warga, sehingga BPN harus membeberkan kepemilikan yang jelas," ucapnya.

Status Tanjung Cemara ini, kata Jemono, merupakan tanah desa atau yang disebut pangangonan. Dan data ini berdasarkan surat dari Bupati Ciamis waktu itu, kemudian Gubernur Jawa Barat yang ditandatangani mantan Kepala Desa Cikalong, saat dulu Sukaresik ini masih wilayah Desa Cikalong.

"Tak hanya itu, saksi yang masih hidup yaitu Bapak Sahidin juga ikut menandatangani," jelasnya.

Atas nama warga, Jemono pun meminta agar kegiatan yang ada di Tanjung Cemara saat ini harus dihentikan sementara, setelah adanya audiensi dengan BPN Pangandaran.

"Tadi hal ini sudah dituangkan dalam berita acara," ucapnya.

Sementara Koordinator Substansi Penanganan Sengketa  BPN Pangandaran Wili SN menyampaikan, untuk sementara pihaknya hanya baru bisa menampung aspirasi dari masyarakat, karena hal ini harus ditelaah lagi dan belum bisa diputuskan dalam waktu dekat. Dan nanti ada pertemuan lebih lanjut, sehingga bisa clear and clean nantinya.

"Kita akan cek langsung  permasalahan ini," tegas. (hiek)





Hasil Berbagai Upaya Satlantas Polres Pangandaran, Tahun Ini Angka Kecelakaan Menurun

PANGANDARANNEWS.COM -  Selama minggu pertama pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2024 di Kabupaten Pangandaran kasus kecelakaan menurun dibanding dengan tahun 2023, hal ini berdasarkan data yang dirilis unit Pengekan Hukum (Gakum)  Sat Lantas Polres Pangandaran Polda Jabar.

Seperti disampaikan Kasat Lantas Polres Pangandaran AKP Asep Nugraha melalui Kanit Gakum Ipda Dimas Aditama, S.E, Operasi Patuh Lodaya yang di gelar sejak tanggal 15 juli hingga saat terhitung hanya ada dua kasus kecelakaan yang dilakukan pengendara roda dua, dengan rincian luka berat 1 kasus, luka ringan 2 kasus dan kerugian materi sebesar Rp 1 juta.

"Operasi lodaya ini sendiri akan dilaksakan hingga tanggal 28 Juli 2024," kata Dimas.(23/07)

Jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu, Dimas menyebut, lebih banyak yaitu 3 kasus dengan rincaian luka berat dua, luka ringan tiga dan kerugian materi Rp 4 juta. 

"Sementara untuk korban meninggal dunia, nihil," imbuhnya. 

Penurunan angka ini, menurut Dimas, bukan tanpa sebab tapi karena Satlantas Polres Pangandaran telah melakukan beberapa upaya, seperti pemasangan rambu-rambu himbauan daerah rawan kecelakaan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Selain itu, ucapnya, Satlantas juga telah melakukan peneguran kepada sejumlah pengendara yang melanggar dengan melakukan tilang dan lembar teguran. 

"Kami juga melakukan penindakan kepada ODOL (Over Dimensi Over Loading-red)," jelas Dimas. (isis)

Untuk Kelestarian Pantai, Kodim 0625/Pangandaran Semai 1500 Bibit Mangrove

PANGANDARANNEWS.COM - Panjang hamparan pantai yang ada di Kabupaten Pangandaran mencapai 92 kilo meter sehingga dalam perawatan di sekitar pantai ini perlu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, salah satunya diperlukan sentra-sentra pembibitan tanaman mangrove.

Demikian disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Inf Indra Mardianto Subroto, M.IP, saat meninjau kegiatan personil Kodim dalam kegiatan Tahap Satu Penyemaian Bibit Mangrove sebanyak 1.500 pohon, di Dusun Cipari Blok Karang Tirta, RT 005/RW 002, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.(23/07)

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program, Bersatu dengan Alam Tahun 2024," ungkap Dandim.

Dandim mengatakan, tujuan jangka panjang dari program ini untuk memastikan kelestarian mangrove di Pangandaran sehingga dapat memberikan manfaat maksimal sesuai dengan fungsinya, salah satunya untuk menetralisir segala hal yang berkaitan dengan pantai.

Ia menyebut, kegiatan ini juga merupakan program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam demi NKRI.

Ia pun berharap program ini terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga Pangandaran dan ekosistemnya tetap lestari serta bisa terus menjaga pelestarian alam sehingga selalu dekat dengan alam, dan berharap masyarakat dapat terus menjaga kelestarian lingkungan pesisir pantai demi generasi mendatang.

Pada tahap pertama ini, terangnya, Kodim 625/Pangandaran menyemai 1.500 pohon mangrove, yang nantinya  akan dilaksanakan juga penanaman sekitar 3.000 batang mangrove dan diikuti dengan pembibitan sebanyak 5.000 bibit mangrove.

"Kerjasama antara TNI dan masyarakat ini sangat penting dalam menjaga kelestarian alam ini," katanya.***

Sekdis Pendidikan Tasikmalaya, Mengabdi Tak Hanya Dengan Pikiran Tapi Juga Harus Dari Hati

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pelayanan merupakan bentuk pengabdian yang sangat luar biasa sehingga ia harus berorientasi pada menjadi poin pertama dalam core value Aparatur Sipil Negara (ASN, yaitu berakhlak mulia.

Hal ini disampaikan dalam sambutan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya Edi Ruswandi H, S.Pd., MM, saat melakukan
monitoring Pembinaan dan  Evaluasi penilaian tahun 2024 pada 169 ASN dan P3K di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di gedung PGRI KEC Cikatomas.(23/07)

Edi juga menekankan terkait pentingnya pembinaan terhadap ASN di lingkungan Disdik Wilayah Cikatomas ini untuk memastikan kebijakan tenaga pendidik agar lebih terarah dalam proses belajar mengajar, serta perlunya motivasi bagi para tenaga pendidik agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

"Saya berharap melalui pembinaan ini, ada kesamaan target dari tenaga pendidik terhadap apa yang ingin dicapai," tegasnya.

Menurutnya, akan menjadi sulit jika tenaga pendidik tidak dapat menyampaikan materi yang seharusnya kepada peserta didik, padahal sekarang dengan teknologi para siswa sudah mulai paham terhadap situasi-situasi yang sangat berbeda dengan zaman dulu.

Karen sekarang informasi sudah terbuka, maka kata Edi, harus disesuaikan dengan program pola belajar mengajar yang tentu harus disesuaikan dengan situasi kondisi dan juga tata aturan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Pendidikan juga, imbuh Edi, akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga kemampuan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan IPM tersebut.

Edi juga mengajak serta menyemangati agar semua tenaga pendidikan ini lebih termotivasi, lebih ikhlas, terus mengembangkan pendidikan dan kemampuan serta membuka cakrawala luas daripada informasi-informasi yang ada sekarang tentu yang positif.

"Mengabdi tidak cukup dengan otak atau pikiran saja, tetapi juga harus dari hati," tegasnya.

Edi menyebut, khususnya di sektor pendidikan harus bisa menunjukkan budaya kolaborasi serta memberikan platform untuk mengatasi tantangan bersama. Guru-guru dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi dan mengukur dampaknya.

Kolaborasi semacam ini, ucap Edi, tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab atas kesuksesan siswa. Dan dengan dibangun budaya kolaborasi yang kokoh, maka lembaga pendidikan dapat menciptakan ekosistem di mana setiap guru merasa didukung, dihargai dan memiliki peran aktif dalam perbaikan terus-menerus.

Budaya kolaborasi juga dapat membentuk fondasi untuk kesuksesan bersama serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan inovasi dan pertumbuhan profesional terus berkembang dan peningkatan signifikan pada tahun 2024, walau diakui Edi hal ini masih perlu perjuangan.

Maka untuk itu, guru jangan pernah lelah untuk tetap bekerja keras serta tetap lillah dalam bekerja karena rezeki itu hanya efek dari kerja.

"Bukan di otaknya ada rezeki, jadi rezeki itu efek dari kerja kita yang ikhlas dari hati," tegas Edi lagi.

Ditemui terpisah, Ketua K3S wilayah Cikatomas Nana, mengaku monitoring Evaluasi Penilaian Kinerja ASN ini bertujuan untuk lebih meningkat disiplin administrasi serta memenuhi hak-hak guru.

"Kegiatan ini meningkatkan karir para guru dalam berinovasi, meningkatkan disiplin administrasi serta memenuhi hak-hak karir guru," ujarnya. (anwarwaluyo)

Tingkat Penerimaan PKB Kota Banjar Bantu Pembangunan Infrastruktur

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Tim Pembina Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Banjar menyelenggarakan acara sosialisasi mengenai diseminasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), bertempat di Aula  Samsat Lt 3.(21/07)

Acara sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pemerintah daerah tentang pentingnya Opsen PKB sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Opsen PKB merupakan bagian dari pajak yang dikenakan atas kepemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor, yang hasilnya digunakan untuk pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di kota Banjar

Kegiatan ini dipimpin dan dibuka secara resmi oleh PJ Wali Kota Ida Wahida yang di saksikan Sekretaris Daerah Kota Banjar Sony Harison, dan beberapak Keoala Dinas dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan secara tepat waktu.

"Pembayaran pajak yang tepat waktu sangat krusial untuk pengembangan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Kota Banjar," tegas Ida dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kesadaran dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.

"Samsat Kota Banjar berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam administrasi perpajakan kendaraan bermotor. Kolaborasi dengan Jasa Raharja juga memberikan perlindungan optimal bagi pemilik kendaraan," tambah Ida.

Sementara itu kepala Samsat Kota Banjar Beni Suranata ssaat di wawacara kepada media mengatakan, pemerintah sudah bekerja sama baik. Kendaraan yang digunakan untuk kepentingan kerja pajak nya sudah  teratur baik, adapun keterlambatan itu karena adanya epokusing anggaran saja ujarnya.

"Keterlambatan ini nanti akan di musyawarahkan dengan pihak terkait," ujarnya.

Sementara di tempat terpisah salah satu peserta sosialisasi keterlambatan mengatakan, ini bukan karena tidak ada uang tapi uang yang ada  belum bisa diambil.

Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banjar atau Samsat berharap agar acara ini dapat menjadi ajang yang efektif, khususnya dalam menyebarluaskan informasi dan kebijakan terbaru mengenai pajak kendaraan bermotor di Kota Banjar.

Karena, menurutnya, kegiatan diseminasi ini merupakan strategi rutin yang diadakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh pemilik kendaraan di Kota Banjar untuk mendukung kegiatan ini dengan mematuhi kewajiban perpajakan yang telah ditetapkan.

"Awal juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Penegakan (Opsen-red) PKB yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak dan menegakkan kedisiplinan di kalangan pemilik kendaraan bermotor," jelasnya (Tito)

3 Unit Mobil Dan Warung Di Terminal Pangandaran Rusak Berat Tertimpa Dahan Pohon Kenari

PANGANDARANNEWS.COM - Sebuah pohon kenari yang tumbuh di sekitar Terminal Pangandaran tadi pagi roboh menimpa tiga unit mobil dan tiga warung, sehingga menimbulkan kerugian materi.(22/07)

Menurut salah seorang pedagang, Ali Sahidin (40), kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08 : 30 pagi sat tiga unit mobil berjenis Mobilio, Calya dan juga Agya terparkir didepan sebuah warung makan, beruntung saat kejadian tidak ada seorangpun berada di dalam mobil atau kios tersebut.

Awalnya Ali mendengar suara dentuman yang cukup keras yang kira suara tersebut berasal  dari suara tabrakan, ternyata  setelah Ali keluar warung terlihat ranting dan dahan pohon sudah menimpa tiga mobil dan juga warung disampingnya.

"Warga pun saat itu langsung melaporkan kejadian ini ke pihak pengelola terminal," ungkap Ali.

Usai menerima laporan, masih kata Ali, pihak pengelola terminal pun langsung berkoordonasi dengan pihak tagana, kepolisian, TNI dan juga PLN.

"Dahan pohon yang menimpa mobil dan warung pun langsung dievakuasi dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian," terang Ali.

Sementara warga dan petugas gabungan, memarkirkan ketiga mobil nahas dengan kondisi kaca depan pecah tersebut pun ke tempat yang lebih aman 

Saat diwawancara, Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, kondisi pohon kenari tersebut memang sudah lapuk. 

Nana mengatakan, sebenarnya pohon yang sudah berusia tua di Pangandaran itu banyak, sehingga perlu ada tim khusus yang merawatnya.

Adapun pohon-pohon yang berada di taman, menurutnya, pemeliharaanya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan yang berada di pasar oleh Diskoperindag.

"Namun untuk pohon-pohon yang ada di samping jalan, belum ada yang mengurusnya," jelanya.

Padahal, kata Nana, ketinggian pohon tua itu bisa mencapai belasan hingga puluhan meter sehingga dianggap cukup berbahaya.

Sementara saat diminta tanggapannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Dedi Surachman mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemeliharaan di taman saja seperti di Paamprokan, taman Parigi, Pangandaran Sunset dan taman lainya.

"Sementara untuk pemeliharaan pohon yang ada di tepi jalan umum saya kurang tahu, tapi kalau yang ada di terminal mungkin Dishub Pemprov Jawa Barat," terangnya.(hiek)

Pemkot Banjar Gaet PT Asuransi Jasa Indo, Sosialisasikan AUTP Untuk Petani Gagal Panen

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Usaha pada sektor pertanian khususnya tanaman padi, terkadang petani dihadapkan pada permasalahan yang sangat ektrim seperti banjir, kekeringan, tanaman terserang hama dan sebab lainnya. Dan semua ini jelas akan berdampak pada kegagalan panen, dan tentu kerugian pun di depan mata.

Du sisi lain, selama ini jika mendengar kata asuransi pasti pikiran akan tertuju pada asuransi kesehatan, kecelakaan, tunjangan hari tua, pendidikan dan jenis asuransi lainnya.

Ternyata tidak hanya itu, ada juga jenis asuransi yang bisa dimanfaatkan para petani.

Untuk membahas asuransi ini,  Dinas pertanian bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indo  melaksanakan sosialisasi terkait asuransi pertanian seputar tanaman padi.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kelurahan Banjar dibuka langsung oleh PJ Wali Kota Ida Wahida, dengan dihadiri Sekertaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian (Distan), sejumlah SKPD dan  peserta sekitar 50 kelompok Tani se-Kota Banjar.

Menurut pihak asuransi, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ini untuk para petani padi yang mengalami gagal tumbuh atau gagal panen yang di sebabkan karena bencana.

"Asuransi ini bertujuan untuk mencegah kerugian petani  selama proses bercocok tanam dengan pengganti gagal tanam dan gagal panen," jelasnya. (TITO)

Malam Puncak Kejurnas Motocross, Penampilan D'Masiv Hipnotis Ribuan Penonton Di Kota Banjar

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Bertempat di Komplek Glora Sport Center Langensari Kota Banjar, Grup Band D'masiv berhasil memukau ribuan penonton pada malam puncak kejurnas motocross dan Grasstrack.(21/07)

Ribuan penonton itu tidak hanya dari dalam kota Banjar, namun banyak penonton dari luar Banjar bahkan ada penonton yang sengaja datang dari Jogjakarta, Indri yang kebetulan suaminya ikut lomba di motocros.

Menurut Indri, ia mau pulang malam hanya untuk menyaksikan malam pucak kejurnas motocros dan Grasstrack yang dimeriahkan penampilan grup band idolanya. 

Indri mengaku, ia dan keluarganya pun rela menunda waktu kepulangannya ke kota gudeg karena ingin menyaksikan penampilan D'masiv.

"Pokoknya Banjar keren, acaranya juga pecah parah," ungkap Indri. 

Dia menyebut datang ke Stadion Sport Center  malam Sabtu dan rencana pulang kembali ke Jogja pada minggu malam setelah conser D Mesiv selesai, ini karena kecintaannya pada band D Mesiv. 

"Dua hari satu malam  bang disini, nanti malam selesai conser kita pulang menjelang pagi ke Jogja karena  harus masuk kerja, jadi gak masalah badan capek yang penting bisa band kesayangan," ujarnya kepada PNews.

Hal senada disampaikan penonton asal Kabupaten Cilacap, Hendra, ia pun mengaku lebih memilih ke Banjar walaupun di tempatnya juga ada hiburan. 

"Karena lebih ngefans sama D'masiv, kapan lagi bisa liat idola dari dekat" tuturnya. 

Sementara sang vokalis D'masiv, Rian, mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada seluruh fansnya yang sudah menjaga kondusifitas selama konser berlangsung. 

"Terimakasih Massiver, Kota Banjar memang keren," ucapnya  (Tito)

Pada Tahapan Coklit Pilkada 2024, Bawaslu Kota Banjar Dapati Lima Temuan

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 yang akan diselenggarakan tanggal 27 November 2024 mendatang, sudah masuk pada tahapan proses pemutakhiran data pemilih melalui prosedur Pencocokan dan Penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih).

Proses coklit yang sudah dilaksanakan sejak 24 Juni 2024 lalu dan akan berakhir pada tanggal 24 Juli 2024 mendatang, dan menurut keterangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar tahapan Coklit ini telah terlaksana seratus persen.

Pada tahapan pemutakhiran data pemilih melalui coklit, Bawaslu Kota Banjar beserta jajaran pengawas tingkat kecamatan (Panwascam) dan kelurahan/desa (PKD) melakukan pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit.

Seperti disampaikan Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Wahidan kepada sejumlah awak media, hasil pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan yang dilakukan jajaran Bawaslu Kota Banjar didapati beberapa temuan terkait proses coklit yang dilakukan oleh Pantarlih maupun soal data pemilih yang masih kurang lengkap.

Menurutnya, ada 5 temuan yang yang menjadi trend pada saat dilaksanakan Coklit data pemilih, diantaranya adanya pantarlih yang terbukti sebagai anggota/pengurus Parpol, tim kampanye/tim pemenangan pemilu /pemilh terakhir  5 orang.

Pantarlih yang tidak mencoklis secara langsung 1 orang, pemilih yang tidak nemenuhi persyaratan (pemilih meninggal Dunia) tapi masih terdaptar pemilih serta belum memiliki surat kematian dan belum di lakukan pencoretan oleh Pantarlih jumlahnya 677, beralih status dari sipil ke TNI/polri 3 orang dan adanya 3 Kartu Keluarga yang belum tercoklit.

Temuan-temuan tersebut, kata Wahidan, diantaranya adalah kesalahan prosedur pelaksanaan coklit yang dilakukan oleh Pantarlih, adanya daftar pemilih tidak memenuhi syarat yang masih terdapat pada daftar pemilih.

"PPK dan PPS  untuk melakukan monitoring dan pembinaan kepada pantarlih agar tidak melakukan tindakan diluar presedural dalam pelaksanaan pencocokan dan penelitian data pemilih pada pemilihan serantak tahun 2024,"  tandasnyanya. (TITO)

Datang Berikan Bantuan, Dua Bacalon Bupati Pangandaran Jenguk Siswa Yang Diduga Keracunan

PANGANDARANNEWS.COM - Satu hari pasca kejadian puluhan siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya yang diduga keracunan saat mengijuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dua Bakal Calon (Bacalon) Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan dan Dadang Solihat mendatangi para siswa tersebut yang masih dalam perawatan.(20/07)

Dadang Solihat yang datang lebih awal tampak langsung mendatangi ke tempat para siswa dirawat, baik yang di Puskesmas, Klinik atau pun di UKS SMAN 1 Mangunjaya.

Dadang pun tampak mendatangi satu per satu para siswa yang sedang dirawat, dan ia pun menyampaikan turut prihatin serta mudah-mudahan cepat sembuh hingga bisa belajar kembali.

Selain datang untuk memastikan kondisi siswa, Dadang pun memberikan sedikit bantuan kepada keluarga siswa yang sedang menjaga anak-anaknya di ruang perawatan.

Saat diminta komentarnya Dadang mengatakan, ini merupakan sebuah musibah sehingga tidak perlu mencari siapa yang salah.

Ia juga mengapresiasi kepada pihak kecamatan, Koramil, Polsek, petugas kesehatan dan lainnya yang telah sigap menangani kejadian ini.

Selain menyampaikan agar para siswa bersabar dan berdoa, ia juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Dan kedepan siswa harus lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan periksa dulu sebelum dimakan, apakah masih seger atau sudah basi," katanya.

Tak lama berselang, bacalon Ujang Endin Indrawan pun tampak hadir ke lokasi ruang perawatan siswa untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa SMA N 1 Mangunjaya yang diduga mengalami keracunan ini sudah berangsur baik.

Ujang Endin atau yang akrab disapa UE yang datang bersama istrinya, kepada PNews mengatakan, sengaja datang di sela-sela kesibukannya untuk melihat langsung serta mamastikan kondisi para siswa yang sedang dirawat di sejumlah ruang perawatan.

Sebagai bentuk simpati dan tanggung jawab Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, menurutnya, ia pun harus memberikan motifasi dan semangat agar para siswa segera sembuh dan bisa kembali ke bangku sekolah.

"Semua ini sudah kehendak Alloh karena yang namanya musibah itu tidak pernah tahu, jadi dalam hal ini kita tidak usah menyalahkan siapa siapa," ucapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak SMAN 1 Mangunjaya, TNI, Polri, tenaga kesehatan dan masyarakat yang telah bersama-sama menangani musibah ini.

"Alhamdulilah para tenaga kesehatan sudah melakukan tindakan secara yang baik sehingga hampir keseluruhan siswa sudah mulai stabil, mari kita ambil hikmahnya saja dan semua melakukan introsfeksi diri," katanya.

Seperti diketahui, kejadian puluhan siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya yang diduga keracunan makanan saat mengikuti kegiatan MPLS pada tanggal 18 juli lalu ini menjadi perhatian semua pihak baik masyarakat maupun para pejabat publik, seperti Bupati, Wakil Bupati Kabupaten  Pangandaran, Dandim Kapolres dan instansi lainnya turut datang untuk menjenguk. (Tn)

Bawaslu Pangandaran Awasi Uji Petik Coklit Yang Dilaksanakan KPU

PANGANDARANNEWS.COM  - 4 bulan Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tepatnya akan dilaksanakan tanggal  27 November 2024, saat masuk proses pemutakhiran data pemilih melalui Pencocokan dan Penelitian (coklit) yang dilaksanakan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). Proses coklit ini sudah dilakukan sejak 24 Juni 2024 lalu sampai dengan 24 Juli 2024, dan menurut informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran tahapan coklit ini telah selesai seratus persen.

Seperti disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Ade Ajat Sudrajat,

pada tahapan ini Bawaslu Kabupaten Pangandaran beserta jajaran pengawas adhoc di tingkat kecamatan (Panwascam) dan kelurahan/desa (PKD) melakukan pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit serta melaksnakan Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih. 

Hasil pengawasan secara melekat dan uji petik pengawasan coklit yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran, menurut Ade, didapati beberapa temuan terkait proses coklit yang dilakukan oleh Pantarlih. 

Temuan-temuan tersebut, jelasnya, kebanyakan terkait kesalahan prosedur pelaksanaan coklit yang dilakukan Pantarlih dan terdapat beberapa Pemilih yang belum tercoklit.

"Dari temuan-temuan tersebut Bawaslu pun memberikan instruksi kepada jajaran pengawas adhoc untuk memberikan saran perbaikan dan merekomendasikan kepada jajaran KPU di tingkatannya masing-masing," terang Ade.(20/07)

Ade mengatakan, berdasarkan data jajaran Panwascam dan PKD terdapat telah 29 kejadian salah prosedur kesalahan proses Coklit yang dilaksankan oleh Pantarlih. 29 kejadian  tersebut tersebar di 8 Kecamatan, diantaranya di Kecamatan Padaherang sebanyak 4 kejadian, Kalipucang 4 Kejadian, Cijulang 7 kejadian, Sidamulih 3 kejadian, Langkaplancar 4 Kejadian, Parigi 1 kejadian, Pangandaran 2 kejadian dan di Kecamatan Mangunjaya 4 kejadian.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan menambahkan, pada tahapan coklit pihaknya memberikan instruksi kepada pengawas adhoc untuk melaksanakan pengawasan melekat dan uji petik pengawasan coklit dan menyampaikan hasil kerja-kerja pengawasan kepada publik melalui Media Sosial Resmi Panwaslu Kecamatan. 

Dalam tahapan coklit ini, kata Iwan, Bawaslu juga melakukan pengawasan melekat dan uji petik pengawasan coklit dengan tujuan untuk memastikan tidak ada permasalahan terkait data maupun daftar pemilih pada Pemilihan Tahun 2024.

"Dan hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu," ungkapnya.

Selain itu, imbuh Iwan, paska tahapan coklit selesai, Bawaslu bersama Panwascam dan PKD akan tetap mengawal hak pilih masyarakat dengan melaksanakan patroli pengawasan kawal hak pilih di semua wilayah di Kabupaten Pangandaran.

 yang akan kami laksanakan hingga hari pemungutan suara 27 November 2024 mendatang,” ucap Iwan Yudiawan.

Iwan juga mengatakan, dalam undang-undang dengan tegas Bawaslu diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan Pemilihan Tahun 2024.

Namun ia mengaku, Bawaslu tidak akan bisa melakukan tugas dengan baik tanpa adanya partisipasi maupun dukungan dari seluruh elemen masyarakat. 

Untuk itu ia pun berharap agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan Pemilihan Tahun 2024 serta bersedia melapor ke Bawaslu jika menemui adanya dugaan pelanggaran atau setidak-tidaknya ikut serta dalam melakukan pencegahan pelanggaran dengan menyebarkan informasi ke lingkungan sekitar.

"Dalam hal ini kita harus saling bersinergi untuk memastikan pelaksanaan Pilkada ini telah sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

Seperti diketahui, Bawaslu Kabupaten Pangandaran juga telah berupaya melakukan Pencegahan dengan membentuk Forum warga di 10 Kecamatan dan Kampung Pengawasan di Desa Babakan yang dicanangkan oleh Kabupaten. (hiek)

Untuk Kenyamanan Wisatawan, Pengelola Parkir Di Obyek Wisata Pangandaran Segera Pasang CCTV

PANGANDARANNEWS.COM - Entah sudah berapa kali wisatawan yang datang ke obyek wisata Pantai Pangandaran mengeluh karena mereka harus beberapa kali membayar retribusi parkir, padahal saat membeli tiket masuk di toll gate wisatawan mendapat keterangan dari petugas bahwa harga tiket yang dibayar sudah sekaligus dengan retribusi parkir.

Keluhan pengunjung masalah parkir di obyek wisata Pangandaran ini muncul di beranda media sosial, namun keluhan pengunjung ini tak satu pun yang mendapat komentar baik dari pihak pengelola parkir atau pun pemerintah daerah.

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung asal Kota Tasikmalaya yang diterima penulis, ia mengaku kecewa karena harus beberapa kali membayar parkir.

"Informasi yang saya dapat dari petugas di toll gate katanya di dalam tidak harus membayar lagi retribusi parkir," terang dia di pesan whats appsnya.(19/07)

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah mengatakan, dalam rangka pengawasan implementasi parkir di kawasan obyek wisata pangandaran ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati nomer 02/KpTs.120-Huk/ 2024 tentang Penetapan Titik Lokasi Tempat Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Titik Lokasi Tempat Khusus Parkir di Luar Badan Jalan bahwa parkir ditarik di depan (bayar sekali) dengan tarif progresif minimal setengah hari 12 jam untuk zona parkir di 16 titik.

Namun apa bila di lapangan ada penarikan kembali di luar pintu masuk tersebut di zona-zona yang telah disebutkan diatas, maka, kata Ghanyy, pemilik kendaraan dapat menolak memberikan parkir kembali dengan menunjukkan karcis parkir yang telah dibayar.

"Apabila tetap terjadi, maka kami pun akan menerima keluhan dan masukan dengan melampirkan waktu dan tempat kejadian dengan jelas sehingga memudahkan untuk dilakukan penelurusan dan tindak lanjut yang spesifik," tegasnya.

Ia juga berterimakasih apa bila ada informasi yang masuk, karena hal ini akan menjadikan bahan evaluasi dalam rangka implementasi parkir di kawasan pangandaran dan sebagai pertimbangan untuk peningkatan strategi dan kebijakan lanjutan.

Ia menambahkan, kedepannya pihak vendor (pengelola parkir) akan memasang CCTV di sejumlah titik lokasi parkir sehingga apa bila terjadi pemungutan parkir di area wisata, maka akan mudah untuk penindakannya. Tak hanya itu, jika memang terjadi pungutan parkir di luar yang sudah diatur, maka ini akan menjadi urusan Saber Pungli dalam penindakannya.

"Dan kami pun sudah berkordinasi tentang hal ini dengan Saber Pungli Kabupaten Pangandaran," tegasnya.(hiek)

Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Mangunjaya, Dirawat Di Puskesmas

PANGANDARANNEWS.COM ,-  Puluhan siswa-siswi SMA 1 Negeri Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, padati ruangan UKS karena diduga mengalami sakit akibat keracunan. (19/07)

Kejadian ini menurut beberapa saksi saat 430 siswa SMA Negeri 1 Mangunjaya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah  (MPLS), dan dari seluruh siswa tersebut 52 siswa di SMA N 1 Mangunjaya kamis Ada sekitar 52 siswa   mengalami sakit dan terpqksa harus dirawat oleh tenaga medis.

Seperti disampaikan orang tua siswa Endang Suardzo (61), kejadian ini  berawal dari kegiatan orientasi sekolah selama dua (kamis- jumat) dengan salah satu kegiatan menjelajah yang dilanjutkan dengan acara makan siang nasi boks sekitar jam 12.00 WIB.

Awalnya Endang menyebut, anaknya tidak merasakan apa-apa, namun pada hari jumat anaknya mengaku merasa mual dan muntah muntah.

"Saya membawa anak saya ke Puskesmas Mangunjaya, namun ternya di puskesmas sudah penuh oleh siswa yang mengalami sakit yang sama," terang Endang.

Mengetahui bukan anaknya saja yang mengalmi mual-mual, Endang dengan sejumlah siswa lainnya membawa anaknya untuk dirawat  di ruanngan  sekolah dengan didampingi tim medis.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 1 MangunjayaTeti Gumiati membenarkan, puluhan siswanya yang sedang mengikuti MPLS.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf, karena kejadian yang menimpa sejumlah siswa yang sedang mengikuti MPLS ini membuat khawatir orang tua siswa dan menjadi berita ramai di masyarakat.

Setelah mengetahui puluhan siswanya terganggu kesehatannya, Teti mengaku ia pun langsung berkordinasi dengan pihak kesehatan dan direspon dengan menurunkan sejumlah tenaga medis.

Namun dalam kepada sejumlah wartawan Teti menyangkal, penyebab puluhan siswa terganggu kesehatannya akibat keracunan makanan.

Menurutnya, penyebabnya karena diketahui siswanya ada yang tidak sarapan pagi sebelum ke sekolah dan mempunyai penyakit lambung.

"Dan ini sekaligus saya meluruskan, kejadian ini bukan karena keracunan," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Di tempat Kepala Puskesmas Mangunjaya, Suharyanto membenarkan kejadian tersebut dan menurutnya ini termasuk kejadian luar biasa

Suharyanto mengatakan, sejak mendengar informasi kejadin tersebut pihaknya pun sigap bereaksi dengan langsung menurunkan petugas medis ke lokasi.

Ia menjelaskan, saat ini 18 siswa dirawat di Puskesmas Mangunjaya, 19 siswa lainnya dirawat di SMAN 1 Mangunjaya, Puskesma Padaherang 6 siswa, Klinik Cahaya Medika 4 siswa, Klinik Sultan 3 siswa dan di Klinik Mitra Sehat 2 siswa.

Tempat siswa dirawat ini, kata Suharyanto, diusahakan tergantung dimana tempat tinggal siswa yang berdekatan dengan pusat kesehatan dan tujuannya agar cepat dalam menanggulanginya.

"Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada seorang siswa pun yang harus di rujuk ke RSU," katanya. (Tn)

Dandim 0625/Pangandaran, Senam Sehat Bersama Wujudkan Keluarga Harmonis

PANGANDARANNEWS.COM - Selain merupakan kebutuhan prajurit serta bagian dari program Komando Atas dalam rangka mewujudkan keluarga sehat, Kegiatan olahraga bersama juga untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama keluarga.

Demikian disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Inf Indra Mardiyanto Subroto didampingi Ketua Persit KCK Cab XLVIII Ny. Nuning Indra Mardianto saat menggelar kegiatan senam sehat bersama. yang dilaksanakan di Lapangan Para Duta Siliwangi, Makodim 0625, Jalan Raya Parigi - Cigugur, Cintakarya, Kecamatan Parigi.(19/07)

Kegiatan senam sehat ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0625/Pangandaran Letkol Inf Indra Mardiyanto Subroto bersama Ketua Persit KCK Cab XLVIII Ny. Nuning Indra Mardianto, serta Para Perwira, Staff, Danramil jajaran, seluruh anggota baik militer maupun PNS, dan segenap anggota Persit.

Dandim mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini kita dapat membangun hubungan kekeluargaan yang sehat dan harmonis.

Dan kegiatan senam bersama ini, imbuhnya, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Kodim 0625/Pangandaran dan Persit. Senam sehat tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan rohani sehingga diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas dengan tubuh yang tetap sehat dan prima.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kesehatan dan kebugaran seluruh anggota Kodim 0625/Pangandaran beserta keluarganya," ucap Dandim.***

JSI Usung Calon Pemimpin Kabupaten Tasikmalaya Yang Akan Datang, Pengawal RPJPD Religius Islami

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di Gedung Dakwah Islamiyyah Kecamatan Karangnunggal, Jong Selatan Institute (JSI) yang diketuai H. Undang Rudayat, S. Sos tadi siang menggelar seminar bersama para tokoh lembaga, tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan dan Instansi-instansi yang ada di Kecamatan Karangnunggal. (18/07)

Hadir dalam kesempatan kegiatan tersebut, Asep Dzulfikri, S.E, yang sekaligus menjadi Narasumber bersama H. Dadang Abdurrahman (Ketua DMI) Kecamatan Karangnunggal, Camat Karangnunggal Agus Sutisna, Para Kepala Desa, BPD, Karang Taruna, Para Ketua Ormas, LSM, OKP, Muslimat, Patayat, dan warga dari berbagai kalangan Se-Kecamatan Karangnunggal.

Dalam pemaparan materinya Asep Dzulfikri menyampaikan, maksud dari RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah) dan Religius Islami ini merupakan produk Undang-undang Kabupaten Tasikmalaya untuk jangka waktu 20 tahun ke depan.

Berkaitan dengan tujuan menentukan Visi Kabupaten Asep, adalah Tasikmalaya yang maju, religi dan berkelanjutan serta menyesuaikan dengan target Indonesia Emas.

"Maju adalah tantangan besar buat kita, baik dalam serangan sisi ekonomi, budaya dan sosial," jelasnya.

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa, maka dari dalam RPJD lahirannya religius islami yang merupakan kajian-kajian panjang dari berbagai kalangan.

Dan bagaimana menciptakan masyarakat yang religius, Asep mengatakan, itu merupakan tuntunan dari para ulama terdahulu dan ini harus dikawal hingga terealisasi produk RPJPD tersebut.

"kita memahami tujuan dari Religius Islami tapi kita juga berharap Implementasinya harus benar-benar di rasakan," imbuh Asep.

Sementara menurut H. Undang Rudayat saat ditanya awak media mengatakan, tujuan dari seminar ini poinnya untuk mengajak warga Kabupaten Tasikmalaya agar bisa mengawal dan mengetahui tentang RPJPD Kabupaten Tasikmalaya.

"Kita merasa saat ini warga itu ada tapi terasa tiada, kita mengajak seluruh element untuk betul-betul bisa merasakan hasil daripada RPJPD tersebut," kata Undang.

Disoal terkait harapan khusus warga Tasikmalaya Selatan (Tasela), Undang mengatakan,  Undang mengatakan, tentu hal itu yang menjadi prioritas dan semua harus mempersiapkan segalanya sejak dini jelang pemekaran Kabupaten Tasikmalaya Selatan. Masyarakat pun harus bisa siap dalam segala aspek, tentunya sesuai dengan tema dalam mengusung dan mendukung para calon pemimpin di daerah.

"Kita harus betul-betul selektif dalam memilih pemimpin-pemimpin yang bisa menyerap dan mendengar setiap aspirasi masyarakat," tegasnya.(anwarwaluyo)

Miris, Pasar Pananjung Milik Pemda Pangandaran Tak Terurus ?

PANGANDARANNEWS.COM - Pasar Pananjung milik Pemda saat ini banyak dikeluhkan para pedagang yang menempati sejumlah los dan kios-kios tempat berjualan, pasalnya kondisi pasar tradisional terbesar di Kabupaten Pangandaran ini kondisinya seperti tak terawat. Drainasenya pun dinilai sangat buruk apalagi jika musim hujan, genangan air pun tampak baik di dalam atau pun di luar bangunan pasar.

Seperti disampaikan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pananjung (HP2P) Pangandaran, Suryaman, saat turun hujan lebat maka genangan air pun bisa sampai selutut orang dewasa.

"Ini karena drainase yang ada diisini sudah tidak mampu menampung debit air sehingga meluap kemana-mana," jelas Suryaman, saat dijumpai PNews di kantor HP2P.(16/07)

Kondisi seperti ini, kata Suryaman, tentu membuat konsumen jadi tidak nyaman yang pada kahirnya enggan berbelanja lagi ke Pasar Pananjung bahkan kondisi sebagian jalan juga masih terbilang belum bagus semua.

Ia juga menyebut, untuk perbaikan ala kadarnya pernah dilakukan secara swadaya dengan biaya hasil patungan para pedagang yang terkumpul sebanyak Rp 25 juta.

Bukan hanya untuk perbaikan jalan, masih dari hasil swadaya pedagang juga pernah untuk perbaikan kantor pasar.

Menurutnya, saat ini para pedagang yang ada di Pasar Pananjung sangat berharap ada perbaikan dari Pemda Pangandaran, minimal untuk perbaikan drainase dan ruas jalan agar air tak menutupi area pasar saat musim hujan.

Disoal adanya rencana revitalisasi Pasar Pananjung, ia mengaku tidak terlalu paham karena hingga saat ini rencana tersebut belum ada realisasinya.

"Parahnya kondisi pasar ini, sekarang ditambah dengan banyak gerobak atau meja PKL berserakan di depan pasar karena meja-meja bekas jualan pada malam hari ini disimpan sembarang," katanya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah kios di Pasar Pananjung ini sebanyak 649 kios, 81 los dan 345 lapak PKL.

"Sedangkan jumlah pedagang yang ada disini ada sekitar 500," ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida membenarkan, kondisi Pasar Pananjung milik pemda ini memang cukup memprihatinkan.

Namun Tedi mengaku, hanya untuk memenuhi keinginan perbaikan seperti yang dikeluhkan para pedagang saat ini tidak tersedia anggarannya.

Bukan tidak diperhatikan, karena menurut Tedi hal ini pun sudah berulang kali diusulkan pada rapat pembahasan APBD namun perbaikan tersebut belum bisa dilaksanakan.

"Terus terang saya juga sangat merasakan apa yang selama ini dikeluhkan para pedagang yang ada di Pasar Pananjung, namun kondisi keuangan daerah saat ini belum bisa memenuhi keinginan tersebut," ungkapnya.

Bahkan menurut Tedi, beberapa waktu lalu hal ini  pernah langsung disampaikan ke bupati, namun saat itu bupati menyampaikan bahwa perbaikan Pasar Pananjung ini ini akan dilakukan sekaligus revitalisasi secara menyeluruh.

"Saat itu Pa Bupati berusaha untuk mencari anggaran revitalisasi ini baik ke pemerintah provinsi mau pun ke pusat, dan tidak mengandalkan APBD," terang Tedi.(hiek)




Serentak, Sekolah Di Lingkup Satuan Pendidikan Cibalong Laksanakan MPLS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selain merupakan periode penting bagi siswa baru agar bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, juga bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada budaya, norma, dan tata tertib sekolah serta membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru.

Namun untuk mencapai tujuan ini, penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa MPLS dilaksanakan dengan cara yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak karena transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar menjadi masa yang penting bagi anak-anak.

Demikian disampaikan Ketua K3S Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Maman, SPd, MPd, saat diwawancara PNews terkait kegiatan MPLS yang dilaksanakan satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Cibalong.

Para siswa ini, kata Maman akan masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus masuk pada lingkungan baru, sehingga pihak sekolah pun perlu menyiapkan agar masa MPLS peserta didik baru yang secara psikologis juga memasuki jenjang sekolah dengan struktur pembelajaran yang berbeda.

"Keterlibatan orang tua siswa dalam masa MPLS ini juga sangat penting untuk kesuksesan adaptasi anak," ungkapnya.(17/07)

Kegiatan MPLS penting untuk memahami tujuan utamanya bukan hanya sekadar orientasi, tetapi menurutnya, momen ini juga penting untuk membangun fondasi yang kuat bagi siswa baru.

Ia menjelaskan, tujuan utama MPLS adalah untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, membiasakan diri dengan jadwal dan kegiatan sekolah, serta mengenal guru dan staf.

Selain itu, imbuh Maman, MPLS juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Adaptasi ketrampilan sosial sangat prioritas bagi transisi anak dari PAUD ke SD.
kunci untuk MPLS dari guru, staf, dan siswa lama/kelas atas yang terlatih untuk membimbing siswa baru khususnya untuk menemani masa transisi.

Dan langkah pertama dalam perencanaan adalah kegiatan yang jelas dan terstruktur, sehingga menurut Maman, kegiatan ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga nantinya bisa memberikan nilai-nilai edukasi bagi murid.

"Dan alhamdulillah sampai hari ini semua SD yang ada di Kecamatan Cikalong melaksanakan MPLS, lalu sebagai laporan kami pun mebagikan vidio-vidio kegiatan ini di lingkup satuan pendidikan Kecamatan Cibalong," kata Maman. (anwarwaluyo)

Otong Aminudin Sebut, MUI Pangandaran Harus Jadi Contoh Taat Pajak

PANGANDARANNEWS.COM- Ketua dan jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendatangi kantor Samsat kabupaten Pangandaran untuk bersilaturahmi, bertempat di Aula Samsat Pangandaran. (18/07)

Dalam ajang silaturahmi tersebut selain dilaksanakan pengajian juga dibahas juga kesadaran masyarakat terkait kesadaran membayar pajak kendaraan bermotor yang ada di wilayah hukum Kabupaten Pangandaran. 

Seperti disampaikan Ketua MUI Kabupaten Pangandaran KH Otong Aminudin, pihaknya menghimbau kepada seluruh jajaran struktural MUI yang menggunakan kendaraan bermotor plat merah untuk menjadi yang terdepan dalam taat pajak.

Saat ini, kata Otong, lebih 100 kendaraan bermotor aset daerah Kabupaten Pangandaran untuk yang kedua kalinya secara kompak datang ke kantor Samsat untuk membayar pajak. 

Otong mengatakan, ia selalu mengingatkan tentang pentingnya silaturahmi dengan siapapun terlebih menyangkut kepentingan keumatan dan aset daerah bahkan MUI harus memberikan keteladanan dalam taat pajak ini.

"MUI sudah seharusnya menjadi contoh bagi umat dalam memenuhi kewajiban pajak," tegasnya.

Sementara menurut salah satu anggota yang hadir, acara ini menjadi momen bagus karena selain silaturahmi juga ada pengajian dan pengisian pajak secara serentak.

Ia mengaku senang bisa berkumpul bersilaturahmi seluruh ketua MUI dari seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

"Alhamdulillah kami dapat subsidi sehingga memperingan pembayaran pajak," jelasnya.

Ia juga berharap, kedepan kendaraan aset daerah ini dapat dihibahkan kepada seluruh struktural MUI baik yang ada di desa atau pun Kecamatan.(harisfirdaus)

Setelah Penantian Sejak Tahun 1984, Bupati Tasik Resmikan Jalan Di Desa Kujang

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS -  Bupati  Tasikmalaya Ade Sugianto didampingi anggota DPRD, Kepala Dinas PUPR, Camat Karangnunggal, Ketua PGRI, Forkopinda dan tamu undangan lainya, kemarin meresmikan Jalan Sindangrelet-Cidadap di Desa Kujang Kecamatan Karangnunggal.(17/07)


Di depan undangan yang hadir dalam sambutannya bupati menyampaikan, atas nama pemda ia sangat bersyukur karena dapat menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tasikmalaya.

"Ini merupakan penghormatan bagi saya bisa berdiri di hadapan bapak-bapak sekalian sebagai saksi bahwa kita yang merupakan bagian dari  Kabupaten Tasikmalaya," ungkap bupati.

Sementara saat diminta komentarnya, Kepala Desa
Kujang Hendra Permana mengaku senang karena peresmian jalan sepanjang 4,2 kilo meter di desanya bisa diresmikan orang nomer satu di Kabupaten Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan seperti tadi disampaikan Pa Bupati, ada perbaikan jalan lagi sepanjang 6 kilo meter di tahun 2025-2026," jelas Hendra.

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, sejak tahun 1984 dan sudah beberapa kali ganti bupati belum pernah satu pun melakukan perbaikan jalan di Desa Kujang.

Dan hari ini kedatang bupati di Desa Kujang, menurutnya, akan menjadi catatan sejarah bahwa pernah datang Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto di Desa Kujang.

"Atas nama warga, saya menghaturkan terima kasih kepada Bupati," ucapnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPD Kujang, Atang Triana, S,Pd, pihaknya pun berterimakasih karena saat ini sudah diterbitkan SK Bupati tentang Desa Wisata, sehingga dari 351 desa wisata yang tersebar di berbagai desa se-Kabupaten Tasikmalaya 92 sudah mendapatkan SK desa wisata termasuk Desa Kujang.

Diharapkan Desa Waisata Kujang ini, kata Atang, bisa menjadi aset yang bisa berkontribusi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

Atang menambahkan, lembaga pendidikan yang ada Desa Kujang pun mendapat anggaran rehabilitas, diantaranya untuk SD Banyuwaras mendapat tiga ruang rehabilitasi kelas, ruang guru termasuk satu ruang bangunan baru dengan besar anggaran sebesar Rp 674 juta.

"Untuk ini semua kami sangat berterimakasih dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.(anwarwaluyo)

 

Bupati Pangandaran Pastikan, Sisa Hibah Dana Pilkada 2024 Cair Bulan Ini

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM - Hingga saat ini baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau pun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran, belum menerima sisa 60 persen lagi dana hibah untuk penyelenggaraan Pilkada tahun 2024.

Saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata memastikan bahwa sisa Dana Hibah Pilkada Pangandaran tersebut akan cair akhir bulan juli ini.

Bupati menyebut Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ini harus terealisasi bulan ini karena kalau tidak, selain Pemkab Pangandaran akan mendapat teguran dari pemerintah pusat tentu penyelenggaraan Pilkada pun akan tersendat.

"Insyaallah akhir bulan ini sisa 60 % dana hibah ke KPU dan Bawaslu ini akan cair," kata bupati usai mengikuti rapat paripurna, bertempat di gedung DPRD Pangandaran.(15/07)

Disoal pencairan dana hibah ke KPU dan Bawaslu ini menunggu realisasi pinjaman pemda (portofolio) Rp350 Milyar, bupati menegaskan, anggaran NPHD ini harus sepenuhnya bersumber dari APBD.

"Portofolio ini tidak boleh digunakan untuk biaya penyelenggaraan Pilkada," tegas bupati.

Seperti diketahui, hibah Pilkada ini seluruhnya sebesar Rp30 Milyar, dengan rincian untuk KPU sebesar Rp 23 miliar dan Bawaslu Rp7 Milyar.

Sementara saat ini baik KPU mau pun Bawaslu baru cair 40 persen, sehingga menyisakan untuk KPU sebesar Rp13,8 Milyar dan Bawaslu Rp4,2 Milyar. (hiek)

Kepala SMPN 1 Cisaga, MPLS Merupakan Pengenalan Siswa Pada Lingkungan Sekolah

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.

Seperti disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Cisaga Kabupaten Ciamis,
Ujang Solihat S.Pd, mengawali Tahun Pelajaran Baru 2024-2025 di SMPN 1 Cisaga diawali dengan kegiatan  MPLS yang dilaksanakan mulai dari Tanggal 15 Juli 2024, dengan mengambil tema “Bangga dan Bergembira Bersekolah Untuk Perwujudan Profil Pelajar Pancasila”.

Ujang Solihat mengatakan, materi yang ada dalam kegiatan MPLS diantaranya dengan mengenalkan visi dan misi sekolah, pengenalan kurikulum merdeka belajar serta
kiat-kiat belajar efektif,
tata tertib yang harus dijalani para peserta didik, profil pelajaran pancasila,
pembinaan mental dan agama di sekolah.

Selain itu, imbuhnya, juga menerapkan pendidikan karakter, pengenalan lingkungan, budaya hidup bersih serta pemaparan terkait  bahaya penyalahgunaan narkoba, menerapkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

"Dan kami juga kami tegaskan agar stop bullying," ucapnya.(15/07)

Ia menjelaskan, pada tahun pelajaran baru 2024 ini di SMPN 1 Cisaga yang melakukan daftar ulang sebanyak 351 siswa serta mengikuti kegiatan MPLS  sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan.

Dengan kegiatan MPLS ini ia berharap para siswa bisa mengenal situasi lingkungan sekolah baru mereka, sehingga nantinya siswa bisa beradaptasi dan mengikuti cara belajar di sekolah yang baru.

"Karena bagaimanapun pasti ada perbedaan antara belajar di SD dengan belajar di SMP, terutama mungkin dari jumlah teman yang semakin banyak," imbuhnya.

Pada kegiatan MPLS ini, pihaknya juga mengundang anggota Koramil dan Kapolsek Cisaga untuk menyampaikan materi-materi terkait kenakalan remaja, bahaya narkoba dan yang lainnya sesuai dengan peran TNI-Polri.

"Dan kami juga tidak lupa menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan seluruh orang tua siswa, mudah-mudahan kami bisa melaksanakan amanat untuk mencerdaskan anak-anaknya," ujarnya.(anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN