wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

21 TAGANA PANGANDARAN IKUTI 6 HARI PELATIHAN

   PANGANDARAN-Untuk kesiap siagaan dalam penanggulangan bencana, Pemerintah kabupatenpangandaranmenlalui Dinas Kependuuakan Pencatatan Sipil Sosnakertrans mengadakan pelatihan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) selama 6 hari dari tanggal 22 – 2 april 2016 di Lapang Sepak Bola Kecamatan Sidamulih. Pelatihan yang ditutup Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata melibatkan 49 anggota baru TAGANA dari sepuluh kecamatan se-Kabupaten Pangandaran. “Seluruh anggota TAGANA Pangandaranberjumlah 70 orang, 21 anggota lama dan 49 anggota yang baru ikut opelatihan  sekaranag.”Terang salah seorang anggota asalpangandaran, Asep Nurdin.(27/4).
    Dalam sambutannya, Bupati H.Jeje Wiradinata mengatakan, dalam pemerintahannya yang baru berumur 70 hari, menurutnya, harus bergerak cepat untuk menjalankan program-program yang ada di Kabupaten Pangandaran. “Di tengah-tengah perioritas program kedalam, konsolidasi, menyatukan cara pandang seluruh aparatur, kami sangat respon dengan pelatihan-pelatihan kebencanaan seperti ini, “Ungkap Jeje.
    Menurut Jeje, sebenarnya anggaran untuk pelatihan, work shop dan bimbingan teknik banyak yang dicoret dalam APBD, tapi untuk anggaran pelatihan tentang kebencanaan, menurut Jeje pihaknya tidak berani mencoretnya. “Artinya,pemerintah daerah memang punya kepedulian husus masalah penanggulangan bencana. “Imbuh Jeje.
    Atas nama pemda, Jeje pun mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kependuuakan Pencatatan Sipil Sosnakertrans, BPBD yang sudah komitmen dan meningkatkan profesionalisme dalam penanggulangan bencana daerah. “Bukan kita mendahului, tapi dalam rangka kesiap siagaan memang harus ada tim penanggulangan bencana. “Kata Jeje lagi.
    Usai mengikuti acara penutupan tersebut,Kepala Dinas Kependuuakan Pencatatan Sipil Sosnakertrans, Drs. H. Tantan Roesnandar menyampaikan terimakasih kepala seluruh peserta pelatihan yang telah mengikuti pelatihan selama 6 hari dengan materi latihan yang cukup melelahkan. “Sebenarnya dengan jumlah 70 orang anggota TAGANA masih belkumcukup, idealnya ada1 orang untuk 1 desa.”Kata Tantan.
    Dari 21 TAGANA senior dan 49 TAGANA muda diharapkan nantinya bisa mengantisipasi saat terjadi bencana di Kabupaten Pangandaran.  Dengan bekal pelatihan selama 6 hari yang bernara sumber dari Kementerain Sosial RI, Dinas Sosial Jabar, Kadis Kependudukan Pencatatan Sipil Sosnakertrans, DANRAMIL Pangandaran, Kapolsek pangandaran, BPBD Kabupaten Pangandaran, SAR Jeram Seribu, PMI Pangandaran, FK TAGANA Jawa Barat dan TAGANA Kabupaten Ciamis sudah membekali seluruh anggota TAGANA bagaimana cara penanggulangan bencana. “Kami yakin seluruh anggota TAGANA Pangandaran sudah siapo siaga manakali diperlukan. “Kata Tantan lagi. (hiek)

H ADANG HADARI: “SAYA SEKARANG HARUS IKUTI PROTOKOLER… “

PANGANDARAN-Berbincang-bincang dengan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, masih tetap menyenangkan sama saat dulu sebelum menjadi wakil bupati. Bicaranya ringan dengan aksen suara datar, membuat PNews lupa, sekarang sedang berhadapan dengan Wakil Bupati. “Jabatan ini hanya amanah. “Kata Adang saat memulai obrolanya.

Di luar agenda protokoler, Adang tetap merupakan figur penuh kebapaan, dan ia pun tidak ingin ada sesuatu yang beda pada dirinya. “Cuma sekarang memang saya harus membedakan saat dalam protokoler kenegaraan. “Katanya lagi.

Dalam tugasnya sebagai wakil bupati, Adang pun jauh-jauh hari sudah menegaskan kepada keluarga, kolega atau siapa pun yang merasa dekat dengannya, jangan berharap dengan jabatan yang disandangnya sekarang bisa membuat kebijakan untuk orang-orang yang selama ini dekat dengannya. “Hal tersebut sudah saya tegaskan dari awal, salah satu contoh untuk mendapatkan proyek pemerintah atau jabatan, silahkan ikuti prosedur dan professional. “Tegas Adang.

Adang yang ditemui di ruang kerjanya (31/3) menambahkan, setelah 18 tahun pensiun dari PNS, ia bisa hidup bebas menggeluti usahanya serta senang dengan  kesukaan pada hobinya. “Sekarang harus mengikuti protokoler, kemana-mana mesti dikawal, terus terang itu bukan dunia saya. “Ujarnya.
Adang pun sadar dengan kekurangannya, maka ia pun tidak segan-segan untuk belajar dan bertanya kepada bupati, sekda, DPRD atau kepada siapa saja. “Termasuk saat melakukan kunjungan ke daerah lain, saya pun selalu bertanya kepada kepala daerah yang saya temui. “Terangnya.

Saat diminta komentar tentang pasangannya dalam pemerintahan,  H. Jeje Wiradinata, Adang merasa bersukur bisa berpasangan dengan H. Jeje Wiradinata untuk memimpin Kabupaten Pangandaran. “Dimata saya, Pa Jeje merupakan anak muda yang cerdas dengan ide-idenya yang cemerlang. “Ungkap Adang.

Adang menambahkan, sudah tepat kalau masarakat pangandaran saat pilkada tahun lalu dalam menentukan pilihan kepada Jeje Wiradinata sebagai bupati. “Dalam memimpin pemerintahan kami selalu berbagi, saling mengisi,  satu sama lainnya  saling melengkapi kelebihan dan kekurang kami masing-masing sebagai bekal pengabdian kami serta bisa memberikan  yang terbaik untuk Pangandaran. “Imbuh Adang.

Keharmonisan bupati dan wakil bupati, menurut Adang merupakan modal awal untuk menciptakan pembangunan daerah, menyamakan visi-misi antara keduanya harus selalu saling berkaitan sehingga nantinya akan melahirkan kebijakan dalam satu persepsi.

Disoal dalam pembagian tugas, Adang mengatakan, untuk 3 bulan masa pemerintahan sekarang semuanya dikerjakan bersama-sama. “Ke depan mungkin kami akan lebih konsentrasi dengan pembagian tugas masing-masing. “Pungkas Adang Hadari. (hiek-PNews)

H. JEJE WIRADINATA: “MASYARAKAT HARUS SABAR, PEMERINTAH BARU BERJALAN 3 BULAN”

PANGANDARAN-Beberapa kebijakan strategis yang digulirkan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran mendapat persolan saat inflementasi di lapangan. Seperti yang terjadi saat digulirkan program  AMS (Ajengan Masuk Sekolah) yang mendapat penolakan dari MK2MD FKDT Kecamatan Padaherang dan elemen yang terkait dengan pendidikan islam lainnya.

Menurut Dian Kuswanto, Ketua MK2MD FKDT Kecamatan Padaherang, AMS berpotensi menimbulkan permasalahan antar ajengan yang ada di daerah. “Kenapa pemda tidak memberdayakan guru PAUD yang sudah ada ? “Tanya salah seorang guru PAUD asal Dusun Bojongjati Desa Pananjung.

Ditambahkannya lagi, apakah ajengan mempunyai pola pendidik yang sama dengan guru ? “Jadi kakalu memang ada anggaran untuk AMS, lebih baik disalurkan saja untuk para guru PAUD yang bisa diberdayakan sebagai pendidik yang memang sudah teruji sebagai pendidik siswa. “Ujarnya.

Lain lagi dengan  program Wajib Belajar yang mengratiskan biaya pendidikan 12 tahun.  Program ini pun belum sepenuhnya bisa terealisasi, pasalnya Pemerintah Daerah belum menghitung berapa estimasi anggaran yang diperlukan untuk program tersebut.

Ada sekitar 39.556 siswa SD/MI, 19.509 siswa SLTP dan 11.562 yang ada di tingkat SLTA tersebar di 10 kecamatan dan hingga sekarang pemda belum memperoleh angka yang pasti, berapa anggran pemerintah daerah harus dikeluarkan untuk program wajar  gratis 12 tahun.

 “Betul, kami belum menghitung berapa kebutuhan anggaraan untuk pendidikan gratis 12 tahun tersebut. “Ungkap Wakil Bupati pangandaran, H. Adang Hadari saat ditemui usai mengikuti acara pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kesbangpolinmas di Hotel rahayu 4 (13/4).

Menurut salah seorang Kepala Sekolah SMP di Kecamatan Parigi, estimasi untuk pendidikan gratis di tingkat SLTP dibutuhkan biaya sekitar Rp 700 ribu per siswa/tahun. “Tinggal dikalikan saja, berapa pemda harus mengeluarkan anggaran untuk tingkat SLTP saja. “Ungkapnya.

Begitu juga dengan program raskin gratis yang membuat desa harus berpikir keras untuk menambah biaya oprasional yang minim. Seperti yang dikatakan Kepala Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, Adang Suherman, pihaknya harus menambah biaya oprasional dalam pendistribusian raskin untuk bisa sampai pada masarakat penerima. “Biaya yang ada Rp 200 per kilogramnya jelas sangat kurang jika dibanding dengan ongkos jarak tempuh dari desa ke rumah RT yang ada di Desa Ciparanti. “Ungkap Adang.

Dikatakan Adang, untuk menutupi kekurangan tersebut pihak desa pun berinisiatif mengambil biaya dari APBDes yang bersumber dari PADes. Sebab selain ongkos kirim, desa pun harus mengeluarkan biaya pembelian kantong plastik, dan jelas itu akan mengganggu pos lain di APBDes. “Saya berharap, ke depan pemda bisa menambah biaya oprasional raskin menjadi Rp 400 sehingga untuk biaya tersebut tidak perlu mengambil dari APBDes lagi. “Kata Adang lagi.

Masalah kesehatan pun sama, saat pemda menggulirkan biaya pengobatan gratis di puskesmas ternyata masih ada puskesmas yang mengutip retribusi, seperti yang dikatakan Tartli warga Kecamatan Langkaplancar. Hanya karena berobat pada puskesmas di kecamatan yang beda ia pun  dikenakan biaya. “Saya heran, pengobatan gratis kan tatarannya kabupaten. masa karena saya berobat di luar Kecamatan Langkaplancar harus mengeluarkan biaya…”Ujar Tarli.

Selain masih belum sepenuhnya gratis, masalah pelayanan kesehatan pun dirasakan masarakat tidak optimal dan terkesan tidak profesional. Seperti diungkapkan Andis Sose, warga Desa Pangandaran.  Andis  menyayangkan, niat baik pemerintah menggratiskan biaya kesehatan tidak dibarengi dengan SDM paramedis yang ada di tiap-tiap puskesmas. “Jika nanti puskesmasnya setarap dengan hotel bintang 3, tapi pelayanannya sendiri masih asal-asalan, maka program baik pemerintah pun  nantinya akan kurang mendapat respon masarakat. “Kata Andis.

Begitu juga masalah ambulan gratis, seorang ibu di Kecamatan Padaherang yang akan melahirkan harus mengeluarkan biaya untuk penggunaaan ambulan. Artinya semua itu, kebijakan di tataran pemerintah daerah tidak serta merta mendapat dukungan oleh aparatur di bawahnya, dan ini tentunya akan menjadi preseden buruk untuk kebijakan serta niat baik pemerintah.

Kini masarakat pun menunggu kesungguhan niat Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk memenuhi kebutuhan dasar masarakat. Seperti pendidikan gratis, pelayanan kesehatan, raskin, ambulan gratis, pendidikan siswa berkarakter dan peningkatan daya beli masarakat. Dan pemerintah pun terlanjur menggembar-gemborkan, sehingga rakyat pun banyak berharap program tersebut secepatnya bisa terealisasi. Padahal untuk itu pemda perlu pengitungan anggaran yang tepat, perlu kesiapan para aparatur di bawahnya sehingga program tersebut bisa terwujud dengan perencanaan yang matang.

Sekarang masarakat jadi lupa dan tidak relistis, sebab pemerintahan depinitif baru seumur jagung. Perlu penataan tatanan birokrat sebagai pelaksana kebijakan, perlu regulasi sebagai dasar kebijakan pemerintah, perlu penghitungan anggaran yang cermat dan perlu kesiapan aparatur sebagai pelaksana dan pengawal kebijakan pimpinan. “Kami minta masarakat bersabar dan memaklumi, kami bekerja baru sekitar 3 bulan saja, maka wajar jika kami masih harus berbenah disana-sini. “Ungkap Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinta dalam acara pembubaran Tim Jihad di villa Kalijati milik H. Yos Rosbi beberapa waktu lalu. (5/3). (hiek).

SAMPAH DAN PERMASALAHANNYA

PANGANDARAN-Tidak salah jika selama ini masalah kebersihan menjadi sorotan baik wisatawan yang datang berkunjung atau masarakat pangandaran sendiri. Pasalnya, hampir setiap tahun saat even-even pariwisata seperti hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru masalah sampah menjadi persoalan klasik seakan belum ada solusinya.

Di temui di ruang kerjanya, Kabid Kebersiha Pertaman dan Pemakaman, Deni Ramdani S.Sos mengatakan, Walau pun secara pendapatan (PAD) dari sampah setiap tahunnya bisa mencapai target, tapi bukan berarti segala urusan yang menyangkut kerbersihan tidak ada persoalan.
“Dari mulai sarana, SDM sampai masalah kesejahteraan para pegawainya masih perlu penataan. “Ungkap Deni. (18/4).

Deni menuturkan, sebanyak 30 personil yang bertugas mengurus retribusi sampah, sampai hari ini belum ada ada anggaran untuk pengupahannya.
“Tidak ada insentif juga tidak ada UP (upah pungut-red). “Jelas Deni. 
Ditambahkan Deni, begitu juga upah yang diterima pasapon (petugas kebersihan) masih jauh di bawah UMK (Upah Minimal Kabupaten).“Untuk 30 orang pasapon sekarang kami hanya bisa memberikan upah Rp 600 ribu. “Terang Deni.

Begitu juga dengan sarana yang dimiliki bidang kebersihan belum sebanding dengan sampah yang harus diangkut ke TPS dan TPA. Dengan hanya mengandalkan dua dari enam kendaraan sampah yang dimiliki, seluruh sampah yang ada di Kabupaten Pangandaran harus terangkut.
 “Empat unit kendaraan sudah lama tidak bisa digunakan karena hidroliknya rusak. “Terang Deni lagi.

Masih di tempat yang sama, UPTD Kebersihan, Abay Bayanolloh mengaku belum ada kepastian tentang tupoksi yang sebenarnya. Karena sampai saat ini ia hanya menjalankan Surat Perintah Kepala Dinas Puhubkominfo untuk diperbantukan di Bidang Kebersihan. “Jadi jangankan mempunyai kasubag atau bawahan, kantornya dimana pun saya tidak tahu. “Terang Abay.

Ditambahkan Abay, untuk 20 kendaraan sampah roda tiga bantuan dari privinsi yang dibagikan ke tiap-tiap desa, ternyata tidak menghasilkan retribusi sama sekali yang semula ada kesanggupan dari desa memberikan biaya perawatan Rp 350 ribu per bulan. “Ternyata sampai sekarang tidak berjalan. “Imbuh Abay.
'
Seorang warga Desa Babakan yang enggan ditulis namanya mengatakan, mungkin sudah saatnya peroalan sampah ditangani setingkat Kepala Kantor. “Persoalan sampah, di pangandaran termasuk masalah urgen, jadi sekarang sudah saatnya ditangani bukan oleh kepala bidang. “Katanya.
'
Menurutnya lagi, masalah sampah harus punya anggaran sendiri baik untuk sarana kelengkapannya atau untuk kesejahteraan pegawainya. “Sebab yang ditangani bukan sampah di obyek wisata saja, tapi sampah yang ada di 10 kecamatan. “Katanya lagi. (hiek)

WARGA DESA MEKARSARI 80 % PENGRAJIN GULA KELAPA

PANGANDARAN - Desa Mekarsari yang terletak di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran merupakan desa pemekaran dari Desa Sindangsari sejak tahun 1986. Desa Mekarsari terdiri dari 5 dusun dengan jumlah penduduknya sekitar 4000 jiwa dengan mata pencaharian masyarakatnya mayoritas hampirr 80% sebagai penyadap nira kelapa sebagai bahan untuk pembuatan gula kelapa, Mekarsari dari sisi tipologi merupakan desa pegunungan di wilayah Kecamatan Cimerak.      

Semangat kerja nya dalam mewujudkan cita cita membangun desa perlu acungan jempol, pasalnya Kepala Desa dan aparaturnya senantiasa bersatu padu dalam merencanakan segala sesuatu untuk kepentingan masyarakat nya.  Waktu PNews datang di Desa Mekarsari pukul 08.00 kepala Desa juga aparaturnya sudah berada di kantor desa dalam tugasnya untuk melayani masyarakat.    
“Desa kami slalu disiplin kerja, karena kami harus bisa melayani masyarakat desa kami terutama dalam pelayanan terhadap masyarakat  yang harus diutamakan, “Ungkap kepala Desa Mekarsari. Rohimat.(25/4).

Lebih lanjut Rohimat menjelaskan, desanya sangat membutuhkan fasilitas kesehatan seperti  gedung posyandu, mobil ambulan desa karena lokasi Desa Mekarsari sangat jauh jarak tempuh ke Puskesmas yang ada di kota. “Kami sangat prihatin kalau ada masyarakat yang akan melahirkan sebab kami harus susah payah mencari mobil bak untuk mengangkut pasien tersebut. “Ungkap Rohimat.            

Ditambahkan  Rohimat, desanya sebagai penghasil gula kelapa yang rata rata perhari bisa mencapai 5-7 ton, dan untuk lebih klancarnya jalur ekonomi warga, masyarakat mendambakan adanya perbaikan infrastruktur jalan yang statusnya sekarang sudah menjadi jalan kabupaten, hal ini diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Daerah agar diperbaiki jalan bisa segera terealisasi  untuk kelancaran mobilitas perekonomian desa. “Padahal untuk hal ini kami telah mengusahakan pengajuan proposal ke Kementrian Desa tapi sampai kini belum terealisasi, tapi begitu untuk membangun desa semangat kami tetap tinggi. “Imbuh Rohimat.(AGE)

PEMKAB PANGANDARAN AKAN BANTU PETERNAK ATASI PHMS

           PANGANDARAN -   Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan Pertanian dan Kehutanan (KPK), pada tahun 2016 akan membantu para peternak dengan mencanangkan program kesehatan masyarakat veteriner  dalam menanggulangi   PHMS (penyakit hewan menular strategis).

         Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas KPK Kabupaten Pangandaran, Endang Suhendi, S. sos, M. Si saat ditemui PNewsdi ruang kerjanya [15/4].
      
         Dikatakan Endang,  saat ini ada empat katagori penyakit hewan menular yaitu penyakit hewan rabies, penyakit hewan flu burung, penyakit hewan anthrax dan penyakit hewan brucelosis ( penyakit keguguran kandungan pada hewan)  yang semuanya bisa menular pada manusia.
    
            Ditambahkan Endang,  pihaknya siap menjalankan program veteriner di tahun 2016 dengan dibantu pendanaan dari APBD Kabupaten Pangandaran untuk bisa mendistribusikan obat obatan secara gratis terhadap masyarakat ternak. Hal itu dimaksudkan untuk bisa mencegah masuknya penyakit penyakit hewan yang berbahaya di kabupaten Pangandaran.

         ,"Seandainya ada hewan ternak atau hewan peliharaan terjangkit salah satu penyakit seperti diatas, maka dinas peternakan siap untuk mengkarantina hewan tersebut agar tidak menjadi mewabah  penyakit hewan tersebut ke hewan lainnya." tegas Endang. (AGE)

DALAM RT RW PANGANDARAN, PARIGI AKAN JADI PUSAT PEMERINTAHAN

PANGANDARAN-Secara umum pariwisata menjadi skala prioritas di Kabupaten Pangandaran, oleh karena itu diperlukan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) yang betul-betul bisa merepresentasikan pangandaran seutuhnya sehingga bisa menunjang terciptanya wisata yang mendunia.
Walau rancangan RT RW baru masuk ke Pemvro jawa barat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah memetakan pembagian wilayah atau zonasi di setiap kecamatan.

Sepertiyang dikatakan Kabid Fisik Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan ( Bappeda) Pangandaran, Drs. Dedih Rahmat, M.Si menggambarkan, di 10 kecamatan akan dibagi dalam lima Wilayah Pembangunan (WP). Dan rinciannya, WP 1 mencakup Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kalipucang yang akan menitikberatkan pada sektor agropolitan dan  untuk WP 2 cakupannya, Kecamatan Pangandaran dan Sidamulih yang dititikberatkan pada sektor pariwisata.

”Ke depan,Kecamatan Sidamulih akanjadi penyangga kepriwisataanpangandaran. “Ungkap Dedih.(19/4).

    Sedangkan untukWP 3,lanjut Dedih, hanya hanya Kecamatan Parigi saja sebagai pusat pemerintahan dan Ibu Kota Kabupaten.  Kemudian WP 4  yang akan meliputi Kecamatan Cigugur dan Langkaplancar yang akan menitikberatkan pada sektor agropolitan.

“Sementara untuk WP 5 meliputi kecamatan Cijulang dan Cimerak akan memfokuskan pada sektor pariwisata dan perhubungan, alasannya karena di wilayah tersebut ada Bandara dan kereta api. “Terang Dedih.

     Selain itu menurut Dedih, sektor perikanan juga menjadi potensi di wilayah Kecamatan Pangandaran, Parigi dan Cijulang yang direncanakan menjadi Minapolitan.

“Dan daerah ini akan menjadi pusat perikanan. “Imbuh Dedih.

Kedepan, lanjut Dedih, direncanakan kecamatan Pangandaran akan menjadi pusat kegiatan dan kecamatan Parigi menjadi pusat layanan.

Dedih juga mengatakan,  sebagaimana dalam RTRW provinsi maupun nasional, kawasan Pangandaran ini statusnya lebih tinggi karena akan menjadi Pusat Kegiatan Wilayah, sedangkan  Parigi sebagai pusat pemerintahan.

“Sekarang  Pemkab Pangandaran sedang merencanakan pembangunan tempat perkantoran di wilayah desa Cintaratu kecamatan Parigi, nantinya kantor dinas dan lembaga akan ditempatkan disana.“ pungkasnya. (AGE).

DJKN WILAYAH JABAR APRESIASI PEMKAB PANGANDARAN

   PANGANDARAN-Lagi, setelah mendapat penghargaan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) nomer 1 se-Indonesia,  kali ini giliran DJKN (Direktorat Jendral Kekayaan Negara) dari Kementerian Keuangan RI memberikan apresiasi terhadap perkembangan Pangandaran.
    Seperti yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJKN Jawa Barat, Nuning Sri Rezeki Wulandari pada acara Rapat kordinasi Daerah Kantor Wilayah DJKN Jawa Barat maret lalu di hotel Menara Laut pangandaran, mengatakan, sistim pemerintah di bawah pimpinan H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari yang menargetkan tahun 2017 Kabupaten Pangandaran akan  menjadi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) merupakan good will government dalam menata kelola sistim pemerintahan yang sehat. “Kami sangat mengapresiasi tekad Bupati Pangandaran, H. jeje Wiradinata. “Ungkap Nuning.
    Seperti yang disampaikan Bupati Pangandaran  dalam rapat Peningkatan Sinergi dan Kualitas Layanan DJKN Sebagai Pengelola Kekayaan Negara Dalam Rangka Mendukung Optimalisasi Penerimaan Negara dan Pembangunan Daerah yang juga dihadiri Kabupaten Ciamis dan Kota banjar, menurut Nuning,  DJKN wilayah Jabar sangat mendukung apa yang sudah dicanangkan dalam program Pemda Kabupaten Pangandaran. Bahwa SDM diposisikan menjadi peranan yang sangat penting dan merupakan kunci dalam segala perubahan, menjadikan transformasi kelembagaan dan seterusnya. “Melalui KPKLN Tasikmalaya, jelas kami akan mendukung dan membantu kebijakan beliau. “Imbuh Nuning.
    Dalam pemaparan yang disampaikan Bupati Jeje Wiradinata, menurut Nuning, untuk menata kawasan wisata yang akan menjadi beberapa lokasi merupakan pemikiran yang cemerlang karena akan menjadi benchmark pada tempat-tempat wisata lainnya yang belum berkembang. “Saya mendukung tekad beliau yang akan menjadi Kabupaten Pangandaran menjadi wisata mendunia dan siap berkompetisi dengan pariwisata yang ada di Indonesia. “Tegas Nuning.
    Masih kata Nuniung, Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Kanwil Jabar mempunyai tugas dan fungsi yang cukup luas. Salah satu unit eselon I di Kementerian Keuangan yang menangani pengelolaan kekayaan Negara, pengeloaan kekayaan negara ini dinataranya mengelola piutang negara dan daerah dan juga melakukan lelang baik lelang elektronik / konservatif,  melakukan Penilaian terhadap BMN atau BMD dan DJKN pun sebagai pengelola kekayaan yang dikuasai seperti laut, ikan dan lainnya. “dan kami pun sebagai pengelola kekayaan yang dimilki yang menganggarannya dari APBN. “terang Nuning.
    Di tempat yang sama, Kepala KPKLN Tasikmalaya, Edi Mulyadi mengatakan, Pangandaran sebagai DOB mempunyai potensi kerjasama yang akan dilakukan ke depan. “Pa Jeje pun meminta kami untuk meningkatkan kapasitas SDM aparatur yang ada di pangandaran. “Ungkap Edi.
    Dikatakan Edi, pihaknya memberikan apresiasi dengan kemampuan politik yang dimilki Bupati Pangandaran. Ini sangat luar biasa, ini sangat penting karena kemampuan politik itu akan berdampak pada implementasi kebijakan  yang akan dilaksanakan dalam roda pemerintahan. “Dan itu akan sejalan dengan visi belaiu, tahun 2017 WTP. “Imbuh Edi.
    Dan KPKLN Tasikmalaya, menurut Edi, selaku pemerintah pusat punya kewajiban secara moral untuk memberikan asistensi. Sebagai pengelola BMN dan BMD sebenarnya ada pada rumah yang sama hanya kamarnya yang berbeda, sama-sama mengelola asset negara. “Kami berharap langkah-langkah strategis yang dipaparkan dan direncanakan Bupati Pangandaran segera diimplementasikan dan pada berprinsipnya kami siap membantu untuk semuanya. “Pungkas Edi. (hiek)

GERAKAN SIMPATIK PEMKAB PANGANDARAN, JUMAT BERSIH TAK DIRESPON WARGA

PANGANDARAN-Gerakan jumat bersih yang dipelopori Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dengan seluruh perangkat daerahnya tidak mendapat respon dari masarakat di sekitar obyek wisata pantai Pangandaran. Pasalnya, sudah beberapa hari jumat pelaksanaan gerakan kebersihan pantai seakan sepi dari tanggapan warga sekitar, bahkan dari sejumlah pedagang yang banyak berjejer di pinggir pantai seolah-olah ini hanya aksi PNS dan masarakat pun hanya menonton saja.

Seperti yang dikatakan salah seorang warga Desa Pangandaran, Ruspandi, menurutnya ada kesalahan saat launching kegaiatan jumat bersih tersebut tidak langsung melibatkan masarakat sekitar. “Masarakat malah ada yang bertanya-tanya, ada apa di pinggir pantai ya…?”Kata Ruspandi.(22/4).

Menurut Ruspandi, seharusnya dari sejak awal aksi tersebut masarakat dilibatkan langsung, paling tidak ada sosialisasi baik pada masarakat atau ke seluruh pedagang yang ada di pingggir pantai. “Ini gerakan simpatik dari pemkab pangandaran, sayang jika masarakat menanggapinya apatis. “Imbuh Ruspandi.
Ruspandi yang juga anggota komisi III DPRD dari fraksi Nasdem ini menyesalkan, ia dan masarakat lainnya hanya jadi penonton saja saat gerakan jumat bersih yang dilakukan oleh seluruh SKPD tiap hari jumat pagi.

“Seharusnya Pemda baik melalui desa atau langsung ke masarakat memberikan informasi terlebih dahulu, sehingga masarakat pun dengan sendirinya akan merasa tergugah dan terpanggil untuk ikut terlibat langsung. “Ungkap Ruspadi.

Ditambhkan Ruspandi, bukan tanpa alasan jika ia mengatakan demikian, karena terbukti  sudah beberapa hari jumat, aksi bersih-bersih pantai berlangsung tapi tak seorang masarakat pun terlihat ikut bergabung dengan PNS-PNS yang sejak pukul 7 pagi sudah ada di pinggir pantai dengan segala alat-alat kebersihan.

“Jangankan masarakat, pedagang yang nota bene punya kepentingan langsung pun tidak nampak terlibat dengan para PNS. “Imbuhnya lagi.

Sementara, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pada kesempatan lain mengatakan, gerakan yang dillakukan oleh sejumlah PNS diharapkan bisa menjadi motivasi pada masarakat dan mengingatkan akan pentingnya kebersihan di obyek wisata.

 “Jika pantainya bersih, maka wisatawan pun akan betah untuk berlama-lama di pangandaran. “Ungkap Jeje
.
Menurut Jeje, kebersihan hendaknya harus diposisikan sebagai kebutuhan dan tanggung jawab seluruh masarakat. Dengan membiasakan tidak membuang sampah sembarangan, bersih-bersih di sekitar tempat tinggal masing-masing, baik di rumah, hotel atau warung-warung di pinggir pantai itu akan menjdikan wisata pangandaran lebih baik.

“Jadi jangan berpikir apa yang dilakukan sekarang oleh para PNS akan selamanya, tapi paling tidak sebagai perangkat daerah sudah bisa memberikan contoh baik tentang kebersihan. “Tamnbah Jeje. (hiek)

OBYEK WISATA BATUHIU, PERLU ADA TEROBOSAN PEMKAB PANGANDARAN

PANGANDARAN-Keindahan pantai Batu hiu salah satu tempat wisata di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yang kini keberadaannya mulai sepi dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik, padahal pantai Batu hiu sebagai obyek wisata paling awal keberadaan nya di wilayah selatan Jawa Barat setelah pantai Pangandaran dan pantai Batukaras, entah apa penyebabnya kini wisatawan lebih memilih tempat lain ketimbang Batuhiu?

Saat PNews mencoba menanyakan hal tersebut, Kepala UPTD Pariwisata Perdagangan Koperasi dan UMKM Kecamatan Parigi,  Abdul Majid membenarkan, keadaan pantai Batu Hiu sekarang mulai sepi pengunjung diakibatkan banyak wisatawan lebih tertarik pada wisata air seperti Obyek Wisata Citumang, Santirah dan Green Canyon  yang menawarkan keindahan alam stalagtit dan stalagnit di atas aliran air yang mengalir. Di Batuhiu pengunjung hanya bisa menikmati keindahan alam laut saja.

“Dan pengunjung pun tidak bisa berenang karena ombak lautnya yang membahayakan bagi perenang. “Terang Ajid, sapaan akrabnya.(26/4).

Ajid berharap, adanya investor yang bisa menata lebih baik lagi untuk obyek wisata Batu hiu dengan perluasan kearah timur serta penataan tempat parkir dan warung warung dipinggir pantai. “Saya sudah kordinasi dengan pihak Kompepar Kabupaten Pangandaran, cuma pihak
kami masih harus menunggu hasil kajian tata ruang wilayah yang dilakukan oleh ITB. “Terang Ajid lagi.

Menurut Ajid, sekarang pihaknya masih menunggu  hasil kajian tersebut, karena jika sekarang dibangun, maka dikhawatirkan tidak sesuai dengan tata ruang wilayah dan  nantinya harus dibongkar lagi.

”kami berharapPemkab Pangandaranmelalui Dinas Pariwisata Perdagangan Koperasi dan UMKM bisa membuat terobosan baru, seperti dibangun gazebo-gazebo di sepanjang pantai dan tempat permainan air water boom. “Imbuh Ajid.(AGE)

PENATAAN PARIWISATA PANGANDARAN DARI TAHUN KE TAHUN DRS. MUHLIS: “KATA KUNCINYA KESEPAHAMAN..”

PANGANDARAN-Untuk menata kepariwisataan Pangandaran perlu ada kesepahaman dahulu dari seluruh elemen, baik yang terlibat langsung dengan dunia pariwisata atau pun tidak. Kebijakan pemerintah dan keinginan semua stakeholder harus menjadi satu acuan  dalam penataan sektor pariwisata.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Perdagangan Kopersai dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis saat ditemui PNews di ruang kerjanya. “Satukan dulu pemahaman kita, lalu implementasikan di lapangan. “Ungjap Muhlis. (20/4).

Dari sektor pariwisata, menurut Muhlis, Pangandaran itu ibarat gadis cantik dengan segala kelebihannya. Tinggal didandani dengan hiasan yang akan membuat lebih cantik dan menarik. “Potensi pariwisata pangandaran tanpa pengelolaan dan penataan yang baik, niscaya potensi itu akan sulit berkembang. “Imbuh Muhlis.

Ditambahkan Muhlis, dalam prediksinya, perlu waktu sekitar 15 tahun untuk penataan kepariwisataan pangandaran, hingga seluruh potensi bisa tereksplor dan menjadi sajian yang menarik untuk wisatawan yang berkunjung. “Bali saja butuh waktu 30 tahun hingga seperti sekarang ini. “Lanjut Muhlis.
Masih kata Muhlis, pemerintah sudah mempunyai program untuk pengembangan kepariwisataan dan masarakat pun mau mendukung, itu akan menjadi sebuah sinergis yang bisa dijadikan modal awal. “Jika tidak membantu, diharapkan tidak menggangu hingga tidak membuat langkah-langkah perbaikan tersendat. “Tegas Muhlis.

Menurut Muhlis, dalam penataan dunia pariwisata pangandaran diperlukan juga kesepahaman antara institusi. Bagaimana program antara instansi satu dengan lainnya saling berkorelasi, sehingga pada ujungnya visi-misi untuk menjadikan pangandaran sebagai wisata mendunia pun akan bisa terwujud.

Dan kata kuncinya, menurut Muhlis adalah kesepahaman dalam melangkah menjalankan program-program pariwisata yang telah digulirkan. Ada regulasi, SDM dan instrument lainnya sebagai kendaraannya, dimana posisi masarakat, pemerintah daerah dan seterusnya, sekarang pemerintah sudah mulai tinggal di bawahnya ikut mendukung. “Bukan saatnya lagi bicara siapa, tapi kesepahaman seluruhnya. “ Imbuh Muhlis.

Ditambahkan Muhlis, bukan mengecilkan arti duduk bersama, sosialisasi dan sebagainya karena jika semua tidak dibarengi oleh implementasi dan aksi langsung, maka sebagus apa pun programnya akan tidak tampak. “Satukan kesepahaman kita lalu aksi. “Pungkas Muhlis. (hiek)

SMAN 1 PARIGI RAIH JUARA UMUM O2SN 2016 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN- Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2016 untuk tingkat SMA se-Kabupaten pangandaran SMAN 1 Parigi berhasil tampil sebagai juara umum dengan menyisihkan peserta lomba dari 6 SMA yang berlaga di event tersebut.

Lomba O2SN ini  diikuti sejumlah SMA, diantaranya SMAN 1 Pangandaran, SMAN 1 Langkaplancar, SMAN muhammadiyah Pangandaran, SMAN  Mangunjaya, SMA Satria Padaherang  dan SMAN 1 Parigi sebagai tuan rumah.

Perhelatan yang diselenggarakan tanggal 19 - 20 april lalu dengan cabang olah raga yang dilombakan diantaranya  renang, catur, atletik, karate, pencak silat, bulutangkis, bola volly dan tenis meja. Dari ke delapan cabang olah raga tersebut hampir semua cabang olah raga berhsil direbut team atlet SMAN 1 Parigi kecuali cabang olah raga catur yang dimenangkan oleh SMAN 1 Mangunjaya.

Kepada PNews, Kepala SMAN 1 Parigi, Drs. H. Sukirman mengatakan, pihaknya merasa bangga atas seluruh prestasi yang diraih anak didiknya. Dengan latihan yang optimal dan dibarengi keseriusan seluruh atlit ahirnya bisa membuahkan prestasi yang bisa membagakan seluruh tim. “Dalam O2SN tingkat kabupaten ini kami bisa menjadi juara umum berkat soliditas seluruh atlet, pelatih dan Pembina di SMAN 1 Parigi. “Ungkap Sukirman.(20/4).

Ditambahkan Sukirman, prestasi juara yang diraih SMAN 1 Parigi ini diharapkan juga dapat diraih di tingkat proinsi.  "Alhamdulillah, dengan dibangun nya GOR Adiyaksa di sekolah kami akan semakin menambah motivasi dan rasa optimis seluruh siswa untuk meraih kemenangan dalam setiap perlombaan baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi bahkan di tingkat nasional. “Imbuh Sukirman. (AGE).

ATLIT IPSI PANGANDARAN TOREHKAN PRESTASI DI TINGKAT PROPINSI

PANGANDARAN-Team atlet IPSI Kabupaten Pangandaran pantas menjadi kebanggaan, pasalnya beberapa atlitnya sudah berhasil  mengukir prestasi gemilang diajang kejuaraan daerah.Pra Remaja piala Gubernur Cup yang digelar di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (12/4) dengan meraih prestasi tiga medali.

"Ini akan menjadi kebanggan tersendiri untuk masarakat pangandaran dengan kemampuan yang dimilki  atlet atlet IPSI Kabupaten Pangandaran sekaligus karena mereka pun bisa mengharumkan nama daerah.”Kata Ketua IPSI Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar, S. MM.

Ditambahkan Hendar, tiga medali yang diraih atlet IPSI tersebut masing-masih diperoleh, pada kelas K  meraih medali emas atas nama Triwandi Ramdani asal SMPN 1 Pangandaran, kelas I memperoleh medali perak atas nama Dede Salman asal SMPN 1 Padaherang dan medali perunggu diraih oleh Febriyanti asal SMPN 1 Cigugur dikelas G putrid.

“Ketiga atlet tersebut rata rata masih berumur 14 tahun hingga masih terbuka lebar untuk lebih meningkatkan prestasinya mengikuti een-even kejuaraan yang lebih tinggi lagi di ajang olah raga pencak silat ini. “Imbuh Hendar.  Ungkap Hendar.

Dalam hal melatih para.atlet silat, menurut Hendar, ia dibantu dua pelatih handal daerah, Andre (Paguron Panglipur) dan Heryawan Indra Negara (Paguron Tajimalela) serta dibantu seorang pengasuh, Wawan Hermawan.

“Walau persiapan kami untuk menghadapi kejuaraan tersebut sangat singkat dengan hanya tiga hari training center padahal idealnya persiapan untuk itu minimal dalam waktu tiga bulan, tapi hal itu tidak menjadi alasan seluruh tim untuk menjadi yang terbaik dalam lomba tersebut. “Terang Hendar.

Dijelaskan Hendar juga,  dalam kejuaraan tersebut yang diikuti oleh sejumlah atlet dari 21 Kabupaten/Kota  di Jawa Barat, atlit IPSI Pangandaran yang baru berumur beberwpa tahun saja namun sudah bisa memperlihatkan kemampuan secara maksimal bahkan mendapat satu medali emas yang tidak ditargetkan sebelumnya. Dengan peraihan prestasi di kejuaraan Pra remaja di Kabupaten Kuningan, seluruh pengurus IPSI kabupaten Pangandaran membulatkan tekad untuk semakin konsen melakukan perencanaan, pembinaan potensi potensi atlet terutama atlet remaja

“Sekarang kami sedang mempersiapkan atlet atlet IPSI untuk even berikutnya serta mencari bibit bibit atlet untuk diterjunkan dalam PORDA tahun 2018 nanti. “Pungkas Hendar. (AGE)

H. JEJE WIRADINATA RESMIKAN SMP Plus AL-BAYAN CIMERAK

PANGANDARAN-Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Bupati H. Jeje Wiradinata berkesempatan menghadiri acara launching SMP plus bertempat di Pondok Pesantren Nurul Bayan Kecamatan Cimerak, sekaligus penyerahan bantuan air bersih dan MCK dari Yayasan Saung Kadeudeuh. Selain Bupati, acara tersebut dihadiri seasepuh, pengurus juga para ustadz - ustadzah, para santri dan Ketua Pondok Pesantren Nurul Bayan, Al Fudoliyah.(19/4).

Dalam sambutannya, Jeje menyampaikan, Pangandaran sebagai tempat tujuan wisata sudah pasti  banyak orang datang baik wisatawan lokal atau dari macanegara yang pasti akan berdampak pada kebudayaan serta kearifan lokal masyarakat setempat.

“Terutama bagi perkembangan remaja dan anak anak kita, jelas tantangan nya akan lebih besar. “ Ungkap Jeje.

Oleh sebab itu, lanjut Jeje, tugas pemerintah dan alim ulama harus bisa memberikan membentengeni untuk hal-hal negative yang datang dengan memberikan pendidikan agama terhadap para siswa dan siswi sejak usia dini agar dapat memperoleh ilmu agama yang baik.

“Dan salah satu strateginya, sebagai dasar pendidikan moral spiritual untuk menghadapi gejolak kebudayaan tersebut agar anak anak kita bisa terbebas dari hal hal yang negatif dengan  menambah waktu pendidikan agama. “Kata Jeje lagi.

Ditambahkan Jeje, dengan program AMS (Ajengan Masuk Sekolah) sebagai dasar pemikiran yang dilatar belakangi oleh kenginan pemerintah daerah untuk mempunyai anak bisa  menjadi siswa yang berkarakter.

“Sebagus apa pun pembangunan infrastruktur, seperti jalan yang mulus, jembatan yang kokoh jika semuanya dibangun tanpa memikirkan pembangunan moral manusianya, niscaya semua percuma saja apalagi saat ini pendidikan agama di sekolah sekolah cuma punya waktu dua jam per minggunya. “Jelas jeje.

Dalam kesempatan tersebut, Jeje pun mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Saung Kadeudeuh yang sudah punya inisiatif dalam memajukan dan membantu Pondok Pesantren Nurul Bayan ikut meningkatkan kualitas ilmu pendidikan agama khususnya di kecamatan Cimerak untuk menunjang terciptanya siswa siswa pesantren yang religius.
.
Dalam acara tersebut, Jeje pun meresmikan pembukaan SMP plus yang didampuingi Ketua pesantren sebagai awal dimulainya pendidikan di SMP plus pesantren Nurul Bayan Al Fudoliyah Cimerak. (AGE)

AMS MENDAPAT PENOLAKAN MK2MD FKDT

PANGANDARAN - Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) yang digulirkan Bupati kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mendapat penolakan dari beberapa pihak, diantaranya Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyyah Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyah (MK2MD FKDT) Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran (16/04).

Menurut ketua MK2MD FKDT Kecamatan Padaherang, Dian Kuswanto, phaknya menolak  program tersebut karena disamping FKDT Kecamatan Padaherang sedang berproses merintis dan menata kerjasama dengan Kemenag dan Kabid Dikdas melalui KKG PAI SD dalam sinkronisasi kurikulum dan pembiasaan anak didik antara Guru PAI dengan Asatidz Diniyah, 

“Program AMS tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan antar ajengan di daerah. “Ungkap Dian.

Bahkan, lanjut Dian, nantinya tidak menutup kemungkinan jadi rebutan jatah antara ormas keagamaan plus dan Guru PAI SD yang statusnya masih honorer.

“Dan rata-rata guru PAI honorer tersebut mendapat honor hanya Rp. 200ribu per bulan" Imbuh  Dian.

Ditambahkan Dian, jika program AMS yang digagas Pemkab Pangandaran nantinya hanya ada kuota untuk 400 ajengan dengan honor  Rp.1 juta/bulan,  maka estimasi angaran yang harus dikeluarkan oleh Pemkab Pangandaran sebesar RP. 4,8 Milyar/tahun.

"Kami lebih berharap anggaran tersebut dialokasikan untuk Biaya Operasional Madrasah yang sudah ada, tanpa potongan apapun kecuali pajak, itu akan lebih menopang dari target  menciptakan anak didik yang berkarakter dan berahlak baik sebagaimana target dari program AMS tersebut" Kata Dian lagi. (ODS).

MUSHOLLA ALHIKMAH PANGANDARAN DIROBOHKAN, WARGA BERHARAP SEGERA ADA GANTINYA

PANGANDARAN – Ironis, Mushola AL-HIKMAH  dengan luas 11 meter x 13 meter2  terletak di o byek wisata pangandaran, tepatnya di Dusun Karangsalam blok Bulaklaut  Desa Pananjung  Pangandaran tempat melakukan peribadatan masyarakat muslim warga sekitar area mesjid harus dirobohkan. pasalnya bangunan mesjid yang dibangun pasca musibah tsunami pangandaran ini dibangun diatas tanah milik hotel, dan pihak hotel sebagai pemilik tanah yang syah bermaksud akan menggunakan lahan tersebut memperluas bangunan hotel, sehingga pada tabggal 20 maret 2016 mushola tersebut terpaksa harus dibongkar.

Pembongkaran mushola tersebut ternyata memunculkan masalah, pasalnya pembangunan mushola tersebut sebagian uangnya berasal dari bantuan  Lazis Dewan Da’wah (DMI). Hingga pada ahirnya diperoleh kesepakatan, pihak hotel sanggup memberikan bantuan sebesar Rp.100.000.000,- , namun warga sepakat tidak ingin diberi uang tetapi ingin dibangun mesjid kembali.

“Dan warga berharap bulan ramadhan yang akan datang mesjid tersebut sudah bisa digunakan shalat berjama’ah tarawih dan ibadah lainya.”Ujar salah seorang warga.

Berdasarkan hasil musyawarah yang dilaksanakan di Kecamatan Pangandaran, pihak DMI menyanggupi tuntutan warga tersebut.  Dalam musyawarah yang sama DMI pun berjanji selambat-lambatnya bulan april 2016  sudah ada kepastian.

“Namun sampai saat ini kami belum memperoleh kepastiannya." Kata Ketua DKM al Hikmah, Saridan yang juga ketua RW  setempat. (ODS)

TAK SESUAI PERENCANAAN AWAL, GAPURA DESA DIBONGKAR LAGI

PANGANDARAN – Gapura Selamat Datang di batas desa Bajongkondang dan Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten pangandaran dibongkar oleh LPMD Desa Bojiongkondang, pasalnya bangunan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan.

Seperti dikatakan Kepala Desa Bojongkondang, Dayat, Gapura yang dibangun di pintu masuk ke Desa Bojongkondang, kurang cdermat serta tidak sesuai denga perencanaan.

“Alasan pembongkaran trersebut karena memang tidak sesuai saja dengan perencanaan awal. “ Ungkap Dayat.(16/4).

Menurut Dayat, pembangunan gapuran yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) Bojongkondang karena dianggap keberadaannya memang sangat penting dan terpisah dari pemnbangunan Jembatan Cibencoy ini dan lokasinya pun menempel pada bangunan jembatan.

Ditambahkan Dayat, pembongkaran tersebut dilakukan setelah pihak desa melakukan konsultasi dan masukan dari semua pihak.

“Ke depan, gapura tersebut akan dibangun kembali dengan lokasi yang strategis dan tentunya dengan perencanaan yang lebih matang. “Terang Dayat. (ODS)

PARIPURNA LKPJ BUPATI TAHUN ANGGARAN 2015. IWAN M RIDWAN: “SAYA MAKLUM, KALAU PA JEJE MENGATAKAN SECARA FISIK TIDAK TAHU PERSIS..”

PANGANDARAN. Dari laporan LKPJ Bupati Kabupaten pangandaran pada rapat paripurna tanggal 31 maret 2016, disampaikan capaian penyerapan APBD tahun 2015 sebesar 83 %, itu dikarenakan karena masih sangat kurang serta lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sepeti di Dinas kesehatan, penyerapan anggaran hanya 47 milyr diluar anggaran untuk pembangunan RSUD, 35 milyar.

    Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd M.Pd di hadapan wartawan usai memimpin rapat paripurna pertanggung jawaban LKPJ Bupati pangandaran tahun anggaran 2015.

“Dengan hanya 42 personil, terbayang bagaimana anggaran 47  milyar yang ada di Dinkes itu harus dihabiskan dalam 1 tahun.”Ungkap Iwan. 

Ditambahkan Iwan, dengan capaian penyerapan anggaran 83 %, pihaknya masih masih menganggap lemah kinerja pemerintah. Hal yang bisa membantu, adanya beberapa kegiatan-kegiatan yang memang skala prioritas sudah terserap anggarannya dan kegiatannya pun sudah dilaksanakan dengan baik.  Dan ada hal istimewa dan patut dibanggakan, hasil penelitian ilmiah yang dilakukan Unpad Bandung, ternyata pangandaran bisa mengalahkan Pemerintahan Kota Bandung. Penilaian DPRD dan seluruh fraksi, tidak maksimalnya penyerapan anggaran, berdasarkan fakta yang ada, disebabkan lemahnya SDM dan kurangnya personil serta lambatnya penetapan anggara. 

“Dulu ditetapkannya kan tanggal 22 pebruari, Alhamdulillah dengan kondisi ini kita masih bisa menyesuaikan dengan daerah lain. “Kata Iwan.

    Menurut Iwan , paripurna ini merupakan pertanggungjawaban pemerintah tahun pada APBD 2015 yang disampaikan bupati,  tapi Bupati depinitifnya sendiri baru dilantik tanggal 17 pebruari 2016. Artinya, LKPJ ini sifatnya secara pemerintah yang disampaikan kepada DPRD saja. Seperti APBD tahun 2014 sebagai hanya bersarkan perbup karena saat itu DPRD belum ada. Dan pembahasan serta penyerapan APBD tahun 2015 itu sebelum pangandaran mempunyai bupati-wakil bupati depinitif.

“Jadi saya maklum, kalau Pa jeje mengatakan, secara fisik penggunaan APBD 2016 tidak tahu persis. “Imbuh Iwan.

    Disoal janji-janji bupati dan wakil bupati dalam kampanye, Iwan setuju jika hal tersebut dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sedangkan yang disebut untuk mencapai visi-misi itu akan  dijabarkan pada program-program unggulan yang dijanjikan waktu kampanye dulu. “Dan itu tidak harus selesai dalam 1 tahun tapi dalam 5 tahun masa kepemimpinan Pa Jeje dan Pa Adang. “terang Iwan.

    Jadi, kata Iwan lagi,  untuk mencapai serta mewujudkan  Kabupaten Pangandaran akan ada tahapan. Untuk tahun 2016 apa dulu  yang harus di kerjakan,  tahun 2017 dan seterusnya.

“Berarti kan ada proses, ada tahapan untuk mewujudkan visi-misi tersebut. “Imbuh Iwan.

    Cuma Iwan menitipkan, jika pangandaran sudah menjadi destinasi wisata dunia, akan banyak wisatawan mancanegara yang datang dengan segala cara hidup dan budaya di negaranya masing-masing. Tentunya pangandaran sebagai kabupaten yang mempunyai budaya dan kearifan lokalnya yang masih terjaga utuh, harus bisa membentengi diri dengan budaya yang akan dibawa oleh wisatawan asing tersebut.

 “DPRD sangat setuju, bupati akan mencanangkan AMS dan SMP (Ajengan Masuk Sekolah dan Siswa masuk Pesantren-red) sebagai benteng untuk sejak dini pada usia sekolah dan tentunya juga bisa menciptakan pendidikan yang berkarakter. “Pungkas Iwan. (hiek-Pangandaran News)

KUD MINASARI RENCANAKAN BUKA SPBN DI PELABUHAN CIKIDANG

PANGANDARAN. Dengan jumlah anggota per 31 desember 2015 sebanyak 635 nelayan, Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran terus berbenah diri untuk bisa berkembang lebih baik lagi.  Dibanding 4 tahun lalu, KUD Minasari yang pernah mengalami keterpurukan, kini di bawah kepemimpinan H. Jeje Wiradinata, KUD yang beralamat di Jalan Kidang Pananjung no 240  terus mengalami peningktan. Baik kesejahteraan anggota atau pengembangan berbagai usaha dengan total asset sekitar 5 milyar.

“Ini berkat keseriusan seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk bisa lebih mensejahterakan masarakat nekayan pangandaran. “Ungkap Ketua KUD Minasari, H. Jeje Wiradinata melalui sambutan yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).(11/4).

Jenis usaha yang dimiliki Minasari, menurut Jeje diantaranya, usaha alat berat, hotel dan lain-lain.

“Tidak lama lagi kami pun berencana membuat SPBN (Statsiun Pengisian Bahan Bakar Nelaya-red) di sekitar pelabuhan Cikidang. “Lanjut Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, perkembangan KUD Minasari dari tahun ke tahun bisa langsung dirasakan nelayan. Dengan lancarnya lalulintas produksi perikanan laut yang dihasilkan nelayan pangandaran dengan mobilitas yang tinggi adalah salah satu indikator peran KUD dalam membantu usaha masarakat Pangandaran pada sektor perikanan  laut.

“Saya pun akan mengusulkan ke Kementerian Perumahan Rakyat untuk dibangun 600 unit rumah bantuan untuk nelayan pangandaran, “Katanya lagi.

Masih di tempat yang sama, salah satu anggota koperasi, Yakih (80), warga Rt. 04/04 Desa Pangandaran mengatakan, sebagai anggota KUD Minasari sangat besar sekali manfaat yang bisa dirasakan. pada RAT 2015 ia memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU)nya sebesar Rp 970 ribu.

"Saya mungkin termasuk anggota KUD Minasari paling lama. "Terang Yakih.

Menurut Yakih, kehidupan sebagai nelayan, jika tidak pandai-pandai mengatur uang dengan menyisihkan sebagian penghasilkannya untuk ditabungkan di koperasi, maka pada saat dimana datang musim tidak ada ikan untuk ditangkap, akan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat seperti itulah akan sangat terasa manfaatnya menjadi anggota koperasi.

 "Selain bisa mengambil tabungan, kita pun bisa pinjam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. "Ungkap Yakih.  
Ditambahkan Yakih, walau kedua perahunya sekarang sudah diserahkan pada anak-anaknya, tapi ia tidak serta merta berhenti menjadi nelayan, karena kehidupan sebagai nelayan sudah tidak bisa dipisahkan lagi.

"Pernah saat musim ikan bawal putih, dalam satu hari saya bisa membawa uang ke rumah Rp32 juta. "Certa Yakin.

Disoal kepemimpinan H. Jeje Wiradinata di KUD Minasari, Yakih mengungkapkan, Jeje sebagai putra nelayan yang lahir dan dibesarkan di lingkungan nelayan tentunya sangat akrab dan paham pada keseharian kehidupan nelayan dan Jeje pun bisa merasakan langsung apa yang dibutuhkan para nelayan.

"Jika Pa Jeje masih bersedia, saya dengan anggota lainnya berharap mudah-mudahan Pa Jeje masih mau memimpin KUD Minasari. "Ungkap Yakih.

Sementara menyinggung soal maraknya penangkapan udang karang yang masih berukuran kecil, kepada nelayan Jeje berpesan, agar tidak melakukan hal seperti itu, karena selain bisa merusak perkembangannya juga secara ekonomis tidak menguntungkan. Dan jika masih ada yang menangkap lobster-lobster kecil tersebut, maka ia pun tidak akan segan-segan untuk membawanya ke ranah hukum.

“Apabila itu masih terjadi, pembelinya akan saya laporkan ke polisi. “Tegas Jeje.(hiek).

IWAPI BOYONG INVESTOR KOREA TANAMKAN MODAL DI PANGANDARAN

PANGANDARAN. Untuk bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan di daerah, Ikatan Wanita  Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Pangandaran bermaksud mendatangkan sejumlah insestor asal Negara Korea.

Demikian dikatakan Ketua Iwapi, Ade Robert kepada mdia usai pertemuyan dengan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di Rumah makan Rasa Sayang Pangandaran.

 “Selain melaporkan rencana kegiatan IWAPI, saya ditemani pengurus IWAPI pusat membicarakan juga tentang keinginan pengusaha asal korea yang akan menanamkan investasinya di pangandaran. “Ungkap Ade.(11/4).

Ade menambahkan, pengusaha asal korea tertarik dengan perkembangan dunia usaha Pangandaran dan menyatakan keinginannya untuk mengembangkan usahanya.

“Mereka tertarik untuk pengembangan usaha infrastruktur dan pembangunan bandara berskala internasional. “Imbuh Ade. (hiek)

KETIMBANG NGEMIS, AZIS JALANI HARI TUANYA JADI PEMULUNG

PANGANDARAN. Siapa yang ingin hidup miskin ? Dalam meniti alur kehidupan ini terkadang godaan selalu muncul untuk melakukan yang dilarang oleh agama seperti mencuri atau menjual barang haram lainnya demi untuk menghidupi keluarga. Tapi tidak demikianu dengan Abdul azis (68) salah seorang pemulung asal Desa Cigugur ini, dia tetap ingin mencari rejeki lewat jalan yang halal walaupun pekerjaan yang dia jalani tergolong hina.

Abdul Azis tidak harus menunggu belas kasihan orang sekitarnya atau menjadi pengemis untuk meminta-minta dalam menyambung kehidupan hari-harinya. Ia bahkan bangga di usianya yang telah renta masih bisa berusaha, paling tidak untuk keluarganya.

“Kemiskinan bukalah aib. “ Ucapnya tegar.(28/3).

Penghasilannya dari hasil memulung sekitar Rp 150 ribu yang dihasilkan dalam setiap minggunya membuktikan, usia tua dan renta bykan alas an baguinya untuk jadi modal minta dikasihini.

“ Saya bersyukur dengan hasil  sebesar itu daripada saya harus mengemis, walau kecil hanya cukup untuk beli beras tapi itu halal dan Insaalloh barokah. “Kata Azis.

Hasil cucuran keringatnya bisa dinikmati oleh isteri dan anak bungsunya yang kini masih sekolah di pesantren , di Kecamatan Parigi.

" Saya dibantu isteri jualan di rumah. “Terang Azis.

Walau hanya warung kecil-kecilan, isterinya pun bangga biusa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari.

“Walau tidak jarang warung sepi, tapi inilah yang bisa saya kerjakan untuk menyambung hidup. ”Ungkap isterinya.

Di usianya sekarang, mungkin seharusnya Azis sudah tinggal istirahat menikmati hari tuanya, bercengkrama dengan cucu-cucunya atau lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

“Apa pun yang saya lakukan untuk hidup ini harus saya syukuri. “Ujarnya. (AGE)

ADA POTENSI EMAS DI DESA KERTAHARJA ?

PANGANDARAN. Desa Kertaharja yang terletak  di wilayah kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran dengan jumlah penduduk 6500 jiwa, rata rata penduduknya di sini hidup sebagai penyadap nira bahan produksi gulakelapa.  Dengan karakter geologi hampir 90% terdiri dari bukit-bukit batu, Desa kertajaya pun memiliki potensi yang tersembunyi, hasil penelitian beberqapa tahun ke belakang Kertajaya menyimpan kekayaan luar biasa karena di desa tersebut terdapat kandungan emas yang berada di tiga dusun.

“Sebenarnya di desa kami tepat nya di dusun Jampang. Dusun Cikondang dan dusun Purwasari terdapat potensi pertambangan emas, karena adanya kandungan emas diwilayah tersebut, hanya saja potensi ini belum tergali oleh pemerintah kabupaten Pangandaran. “Jelas Kepala Desa Kertaharja, H.Oman Rohman.(9/4)

Ditambahkan Oman,  pembuktian adanya kandungan emas tersebut, dulu pernah ada PT.B3 salah satu perusahaan dari Jakarta yang ingin mendirikan perusahaan  tambang emas. Perusahaan tersebut sebelumnya sudah mengadakan penelitian lebih dulu dan ternyata ditemukan adanya gurat emas di tiga dusun tersebut. “Namun karena belum ada ijin yang jelas terpaksa kami melarang kegiatan pertambangan tersebut. “Kata Oman.

Konon, beredar cerita di masarakat, dahulu  ada orang tua yang mengatakan suatu saat nanti warga Desa Kertaharja akan makmur dan sejahtera karena Kertaharja akan menjadi desa penghasil emas. “Yah..mudah-mudahan cerita tersebut benar adanya hingga benar-benar warga desa Kertaharja memang akan raharja. “Pungkas Oman. (AGE)

KEUSIK LUHUR, WISATA YANG TERLUPAKAN

PANGANDARAN. Desa Kertamukti yang berada di wilayah kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran memiliki potensi wisata yang bagus, seperti tempat wisata Keusik Luhur dan Bale Kambang. Tapi dengan seiring berkembangnya tempat tempat wisata lainnya, seperti Green Canyon, Pantai Batukaras, kini Pantai Keusik Luhur dan Balekambang terlihat sepi seolah wisata yang mati, padahal obyek wisata tersebut lebih awal keberadaannya sebagai tempat wisata dibanding tempat wisata yang belakangan muncul.

" Dulu waktu sebelum Pangandaran terpisah.dari Ciamis tempat wisata Keusik luhur dan balekambang masih banyak wisatawan yang berkunjung tapi sekarang sudah hampir 3 tahun lamanya setelah Pangandaran terpisah dari Ciamis tempat wisata di desa kami seperti tempat wisata mati, padahal pemandangan nya sangat bagus” Ungkap Kepala Desa Kertamukti, Asep Purnama.(9/4)

Menurut Asep,  padahal hanya di Pantai Balekambang yang mempunyai pemandangan indah, jika memandang ke hamparabn samudera seperti ada pulau terapung di hamparan pantai. “Di tempat lain view seperti ini tidak ada. “Jelas Asep.

Asep berharap,  kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk segera bisa menata kembali tempat tempat wisata di wilayah Desa  Kertamukti.

" Harapan kami dengan adanya penataan wisata di desa kami, bisa merealisasikan keinginan masyarakat untuk terciptanya kembali tempat tempat wisata di desa kami yang kini seolah mati. “ Ujar Asep. (AGE)

OBROLAN SANTAI MENTERI KP DAN BUPATI PANGANDARAN, MENTERI SUSI : “SELALU AJAK BICARA MASARAKAT..”

PANGANDARAN. Memanfaatkan waktu liburnya, Menteri Kelautan dan perikanan, Susi Pujiastuti menyempatkan pulang ke kampunghalamannya di kabupaten Pangandaran Jawa Barat.
Seperti biasa. Setiap pulang ke pangandaran, Susi selalu menyempatkan bertemu denga Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang merupakan teman lama sejak masih duduk di bangku SD dan SMP.

“Kami mengobrol santai sebagai dua orang sahabat yang kebetulan kami sekarang masing-masing mengemban tugas negara. “Ungkap Jeje Wiradinata, saat ditanya sejumlah wartawan usai pertemuan itu. (10/4).

Menurut Jeje, Ibu Susi lebih banyak bercerita tentang kecintaannya pada Pangandaran sebagai tanah kelahirannya. Bagaimana ia memberikan pesan agar bisa membangun Pangandaran ke depan dengan baik dan terukur sebab Pangandaran punya potensi besar, baik sektor pariwisata atau perikanan laut.

 “beliau berpesan agar benar-benar pengelolaan pangandaran bisa optimal dengan segala potensi yang ada. “Terang Jeje.

Dalam obrolan santainya di pinggir pantai barat sekitar area landasan Susi Air Jalan Pamugaran,  kata Jeje,  Susi pun menitipkan agar dalam membangun Pangandaran bisa mengajak bicara masarakat.

“Kata beliau, untuk menata pangandaran jangan sendirian. “Kata Jeje.

Ditambahkan Jeje, Susi pun memberi pesan, selalu mencintai alam agar pikiran selalu fresh, apalagi pangandaran mempunyai banyak tempat yang indah, bila ada waktu senggang, bersantailah dengan menikmati alam.

“Sejenak merenung, untuk mengagali ide-ide serta instropeksi siapa diri kita sebenarnya. “ Kata Jeje menirukan pesan Ibu Menteri.

Disoal rencana pembangunan Integrated Aquarium & Marine Research Institue (PRIAMARI), Jeje menyampaikan, sekarang sudah masuk dalam proses lelang DED, dan Pemda Pangandaran akan menyiapkan apa yang dibutuhkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk proeses pembangunan tersebut.

“Keinginan Ibu Menetri untuk membangun PRIAMARI di Pangandaran tersebut memang sangat kuat. “Jelas Jeje. (hiek).

KKP BANGUN PIAMARI SENILAI 325 MILYAR DI PANGANDARAN

PANGANDARAN. Rencana Pemerintah Pusat melalui Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membangun Pangandaran Integrated Aquarium & Marine Research Institue (PRIAMARI) disambut baik pemerintah Kabupaten Pangandaran, proyek tersebut direncanakan menelan biaya sebesar Rp 325 milyar ini akan dibangun secara bertahap selama tiga tahun (multy years).

“Selain di pangandaran, proyek sejenis juga akan di Morotae Maluku. “Ungkap Kasubid Tatalaksana dan Sarana Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP) Donal Daniel. (8/4).

Ditambahkan Donal, pembanguna PRIAMARI, selain menjadi kawasan wisata dan edukasi ( Aquarium, Museum, IPTEK Kelautan, Wisata Mangroe dan Pantai juga sebagai tempat kegiatan penelitian kelautan kawasan Samudera Hindia (Ekosistem, Lingkungan Perairan dan dasar Laut) serta akan dilengkapi Workshop Teknologi dan Kelautan.

 “Nantinya juga akan dibangun sejumlah menara pengawas dan kereta gantung. “Imbuh Donal.

Donal yang ditemui di kawasan pantai barat Pangandaran, kepada awak media mengatakan, direncanakan tahun ini proyek ini masuk dalam proses lelang, tahun 2017 bisa mulai tahap awal pembangunan fisik.

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH mengatakan, Pemerintah Daerah akan memfasilitasi segala keperluan baik administrasi atau pengadaan lahan untuk keperluan penunjang terlaksana proyek PRIAMARI.

“Lokasi pembangunan PRIAMARI terletak di dekat Pelabuhan CikIdang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran dan Pemda Pangandaran pun sudah menyiapkan lahan seluas 2,7 hektar. “Kata Mahmud lagi. (hiek).

GERAKAN JUMAT BERSIH, PNS PANGANDARAN PELOPORI KEBERSIHAN PANTAI

    
PANGANDARAN. Kali ini aksi simpatik diperagakan oleh PNS Pemerintah Kabupaten Pangandaran dengan menggelar jumat bersih yang dilakukan di obyek wisata pantai barat pangandaran. “Kegiatan jumat bersih yang dilaksanakan oleh PNS ini untuk memotivasi masarakat bagaimana indahnya jika kita mempunyai pantai tanpa sampah berserakan dimana-mana. “Ungkap Sekda Pangandaran, Mahmud, SH MH. (8./4).

    Ditambahkan Mahmud, untuk ke depan, lokasi dan jumlah PNS yang akan diterjunkan pun akan dibagi. Misalnya, lokasi pantai barat oleh dinas A, dinas B, lokasi Batukaras oleh Dinas C dan dinas D dan seterusnya. “Tapi bukan seterusnya masalah kebersihan obyek wisata akan dilakukan oleh kami, tapi mudah-mudahan gerakan ini buisa memberikan contoh serta bisa ditindak lanjuti oleh warga. “Imbuh Mahmud.

    Jika kebersihan sudah menjadi kebutuhan setiap warga, menurut Mahmud, maka masalah kebersihan pun nantinya akan menjadi tanggung jawab bersama antara masarakat dan petugas kebersihan. Artinya, jika di sertiap obyek wisata masalah kebersihan sudah tertata, maka wisatawan pun akan merasa nyaman saat berkunjung ke pangandaran. (hiek)

PELANTIKAN KETUA PKK & DEKRANASDA PANGANDARAN, NETTY HERYAWAN:”MASARAKAT HARUS BISA MEMPERTAHANKAN ADAT KETIMURAN..”

    PANGANDARAN .Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran harus bekerja ekstra, mengingat banyaknya masalah sosial di Daerah Ototnomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Salah satu contoh,  isu yang kini menjadi perhatian masyarakat, masih banyaknya kasus-kasus anak menderita malnutrisi atau gizi buruk di Pangandaran.
    Demikian dikatakan Ida Nurlela Wiradinata kepada wartawan usai acara pelantikan Tim Penggerak PKK dan Dewan kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Pangandaran di gedung Islamic Center. “Melalui kunjungan-kunjungan, kami akan optimalkan program Bina Keluarga Balita Holistik dan Integral, “Ungkap Ida. .(5/4).
    Ditambahkan Ida, pihaknya pun akan konsentrasi pada perkembangan generasi muda sebagai generasi bangsa yang harus mempunyai SDM bagus sejakj mulai dari kandungan. “Ini sangat penting, dan harus menjadi program unggulan. “Imbuh Ida.
    Dalam acara pelatikan tersebut, Ketua PKK dan Dekranasda Propinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Herywan berkenan melantik Ida Nurlela Wiradinata sebagai Ketua Tim Penggerqak PKK dan Dekranasda Kabupaten Pangandaran.
    Kepada awak media, Netty menyampaikan, , secara khusus, ia berpesan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran untuk melakukan terobosan dalam penanganan kasus-kasus gizi buruk yang ada di pangandaran. “Saya tadi sudah pesankan pada Ibu Ida, jangan melakukan gaya-gaya masa lalu dengan menunggu laporan. Sekarang, ketika ada di media sosial, langsung bergerak dan kita kontak langsung kepada dinas-dinas terkait. “Kata Netty.
    Ditambahkan Netty, kader-kader PKK di Kabupaten Pangandaran harus mampu mengidentifikasi masalah-masalah sosial yang ada di tengah masyarakat dan mengkoordinasikannya dengan pemerintah setempat. “Saya berharap dengan keterlibatan PKK pembanguna kesejahteraan keluarga juga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Netty.
    Saat ini,  menurut Netty, tantangan yang dihadapi keluarga tidak mudah. Anak-anak terancam oleh pergaulan bebas  dan narkoba apalagi dengan hidup di daerah wisata yang terbuka, “Warga Pangandaran harus bisa mempertahankan nilai-nilai agama dan nilai ketimuran. “Imbuh Netty. (hiek)

DISAYANGKAN, GEDUNG MILYARAN RUPIAH HANYA TERPAKAI 1 TAHUN

     
PANGANDARAN. Sungguh sangat disayangkan, keberadaan gedung Dinas PU Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Pangandaran yang terletak di jalan baru sebelah selatan Pasar Desa Pananjung harus dipugar dan diratakan karena berada dalam kawasan yang diperuntukan “wajah” pangandaran.
Pembangunan yang menelan biaya sekitar 1,2 milyar ini harus diratakan karena tidak sesuai dengan konsep tata ruang pangandaran, padahal gedung tersebut belum genap setahun dipakai kantor Dinas Puhubkominfo. “Itulah jika pembangunan tidak memakai konsep yang matang. “Ungkap Ketua DPRD Pangandaran, Muhamad Taufiq, S.IP. M.Si.(31/3).
    Taufiq yang ditemui usai mengikuti rapat paripurna di gedung da’wah Cijulang lebih lanjut mengatakan, pemerintah saat itu terkesan asal membangun, tidak memikirkan dampak dari lokasi yang mungkin saja tidak sesuai dengan peruntukannya. Sudah jelas, saat itu pemerintah Kabupaten Pangandaran belum mempunyai Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW). “Kita kan tidak tahu, apakah kawasan itu untuk jalur hijau, kantor pemerintahan atau untuk apa peruntukannya. “Sambung Taufiq.
    Begitu juga kantor Pendapatan DPPKAD dengan anggaran pembangunannya sekitar Rp. 800 juta rencananya akan bernasib sama dengan kantor Puhubkominfo. “Sungguh disayangkan, uang rakyat milyaran rupiah hanya terpakai setahun saja. “Kata Taufiq. 
    Taufiq menambahkan,  jadi benar apa yang banyak orang katakan, yang lebih tahu tentang pangandaran, ya tentunya orang pangandaran, karena segala perencanaannya akan terkonsep dan akan diharmonisasikan dengan RT RW dan tata ruang.
    Disoal rencana tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengungkapkan, rencana tersebut memang harus seperti itu. Artinya, kawasan tersebut memang harus diperuntukan sebagai “wajah” pangandaran. Saat wisatawan atau siapa saja yang datang ke pangandaran, sebagai gerbang adalah kawasan tersebut. “Kita ingin saat wisatawan datang ke pangandaran  mempunyai kesan baik dengan penampilan tempat yang pertama mereka lihat. “Ungkap Jeje. (hiek-PNews)

BERHAPAP ADA BANTUAN PEMERINTAH PANGANDARAN, BERTAHUN-TAHUN WAHAB HIDUP DENGAN KAKI TERIKAT.

     PANGANDARAN. Sebagai orang tua, siapa yang tega melihat nasib yang diderita anak kandungnya terikat seutas tali di kakinya. Dengan menempati teras belakang rumah, bertelanjang baju dengan tempat tidur dan tempat tidur dan tempat kesehariannya.
    Wahab, pria kelahiran tahun 1971 warga Rt.03/09 Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran sejak tahun 2000 mengalami gangguan jiwa. “Dulunya Wahab anak yang rajin dan baik. “Terang Sailan (76) dan Muslimah (75)  kedua orang tua Wahyab. (1/4).
    Menurut Muslimah, seluruh harta bendanya sudah habis terjual untuk biaya pengobatan anaknya, sudah tidak terhitung berapa kali pengobatan yang dilakukan orangtua demi penyembuhan anaknya. “Kita harta saya hanya tinggal rumah yang ditempati sekarang. “Terang Muslimah.

    Diceritakan Muslimah, sejak anaknya mengalami kegagalan dalam rumah tangganya, sekitar tahun 2000-2001 jiwa anaknya terganggu. Dikhawatirkan takut mengganggu orang lain, karena saat sedang kumat, Wahab suka mengamuk seperti memecahkan kaca rumah tetangga atau memecahkan kaca mobil yang lewat. “Hingga pernah suatu hari ada orang minta ganti rugi karena kaca mobilnya dipecahkan Wahab, tapi tidak saya ganti karena memang saya tidak punya uang. “Terang Muslimah lagi.
    Walau berat hati, menurut Muslimah, ia terpaksa mengikat kaki Wahab dengan seutas tali agar tidak bisa kemana-mana. “Siapa sih yang tega melihat anak kandungnya terikat seperti itu..”Kata Muslimah iba.
    Pernah suatu hari, lanjut Muslimah, Wahab diminta petugas kecamatan untuk dikirim entah kemana. Dikemudian hari baru diketahui, ternyata Wahab dibuang ke daerah Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Tapi karena Wahab disana pun masih suka ngamuk, Wahab pun dianiaya entah oleh siapa dan dibuang lagi ke kawasan wisata Perhutani, Karang Nini Desa Emplak. “Ada tetangga yang menemukannya Wahab dengan kondisi yang mengenaskan, maka saya pun membawanya ke rumah dan mengikat kakinya. “Terang Muslimah.
    Kini tidak banyak yang bisa dilakukan Sailan dan Muslimah, untuk keperluan sehari-hari pun hanya bisa mengandalkan belas kasihan tetangga atau bantuan dari salah seorang anaknya yang menjadi nelayan, entah harus apa lagi yang bisa diperbuatnya untuk bisa bertahan hidup serta mengurus anaknya.
    Salah seorang warga Karangsalam Desa Pananjung, Danu (24), mengatakan, jika melihat kondisi yang dialami keluarga Sailan, siapakah yang bertanggung jawab ? dimanakah pemerintah saat warganya membutuhkan ? “Pemerintah harus hadir ketika Sailan atau rakyat lainnya memerlukan bantuan seperti ini, apa pun bentuk bantuannya. “Ungkap danu. (hiek-PNews)    .
 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN