STAKEHOLDER BERHARAP, PENGELOLAAN OW CITUMANG LEBIH PROFESIONAL DAN BERINOVASI

PARIGI-Untuk lebih meningkatkan sinergitas pengelola Obyek Wisata (OW) Citumang Desa Bpjpng Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, seluruh stakeholder menggelar musawarah yang dihadiri beberapa pihak, antara lain, Karangtaruna yang diwakili Dede Hilmi alias Adut dan Dadi, pihak perhutani diwakili Rasim, KRPH Cisaladah mewakili Asper Pangandaran, Dadi Santoso Kepala Sub Seksi IT, pengelola objek wisata citumang, Wawan dan Deden Yogi Nugraha Waka ADM perhutani KPH Ciamis.

Pihak ADM perhutani KPH Ciamis, Deden, menyampaikan, sesuai dengan laporan dari pihak pengelola, ternyata aktivitas wisata Citumang mulai tahun 2015, 2016 dan 2017 capaian targetnya hanya 85 %.

“Dan tahun 2019, hingga bulan maret sekarang ini baru mencapai 12 %. “terangnya.(6/4)

Menurut Deden, pihaknya berharap pengelolaan dan pelayanan di objek wisata ini harus bisa ditingkatkan lagi, diantaranya dengan membuat terobosan dan inovasi baru agar bisa meningkatkan minat pengunjung untuk datang Citumang ini.

Lebih jauh Deden menjelaskan, dari hasil audit ternyata ada masalah kontribusi diluar non ticket, seperti share pendatan untuk kebersihan dan keamanan ke Desa Bojong sebesar Rp 4.000, termasuk cetak karcis. Sharing ke desa penyerahannya dimulai sejak tangga 5 Agustus 2016, sebesar Rp. 30,554 juta, tahun 2017 sebesar Rp. 94.743 juta dan tahun 2018 sebesar Rp. 114.792 juta.

“Dan musawarah ini mudah-mudahan bisa kita jadikan menjadi ajang silaturahmi agar lebih meningkatkan tali persaudaraan antar perhutani baik dengan karangtaruna atau lainnya, sehingga ke depannya bisa lebih menjaga kemungkinan terjadi hal yang tidak diinginkan diantara kita, lebih terbuka dan lebih baik. “ungkap Deden.

Pemandu yang diwakili Dede Hilmi, pada kesempatan tersebut mengatakan, jika kunjungan ke Citumang sekarang ini menurun itu diakibatkan salah satunya dengan beredarnya berita bohong atau hoaks, isu banjir dan isu akan adanya tsunami di Pangandaran.

Dengan jumlah pemandu 50 orang, kata Dede, masalah legal standing pemandu wisata semua sudah bersertifikat resmi.

“Keberadaan pemandu disini dibawah koordinator karangtaruna desa dan insaalloh tidak lama lagi kami akan segera berbadan hukum dengan Akta notaris. “terang Dede.

Dede menambahkan, luas keseluruhan obyek wisata Citumang ini sekitar 6 hektar, terdiri dari 3 hektar objek wisata air dan tiga hektar lagi berupa daratan hutan.

Untuk lebih memudahkan segalanya untuk menuju parawisata berkelas dunia, hndaknya pihak pengelola bisa melengkapi dulu legalitas pormal pemandu wisatanya, pengelolaan objek wisata lebih baik lagi.

“Tidak hanya objek wisata airnya saja tapi darat dan hutannya juga dengan membuat artraksi-akstraksi, tentunya itu akan menjadi dayatarik lain untuk pengunjung. “kata Dede.

Dari pihak karangtaruna, yang diwakili Dedi, meminta pada pihak Perhutani agar semua pemandu wisata Citumang ini mendapat asuransi.

“Selama ini hanya pengunjung saja yang dapat asuransi, sedangkan kami yang membawa dan memandu mereka tidak mendapat asuransi. “ujarnya..

Dadi juga berharap agar pihak perhutani bisa mendorong pemerintahan Desa Bojong untuk segera memperlebar sarana jalan menuju objek wisata, karena sekarang pihak desa sudah mendapat konfensasi dari perhutani. (ANTON AS)


Related

berita 3581182523021459087

Posting Komentar

emo-but-icon

item