SISI LAIN POTRET PINGGIRAN KOTA TASIKMALAYA

TASIK NEWS-Kehidupan di perkotaan terkadang jauh dengan apa yang dibayangkan, kerasnya persaingan usaha dan sempitnya lapangan kerja membuat sebagian masyarakat terpaksa harus bekerja ektra keras untuk bisa menyambung hidup.

Seperti yang dialami Muhamad dan Aisyah yang tinggal di Gegernoong Gobras Tasikmalaya, dengan usia yang sudah tidak muda lagi terpaksa tiap hari harus bekerja banting tulang hanya untuk keberlangsungan hidupnya. Baik Muhamad atau Aisyah dengan pekerjaan pemulung barang-barang rongsok, setiap harinya harus berjalan beberapa kilo meter untuk mengais rejeki dengan mengumpulkan kardus-kardus bekas untuk dijual pada pengepul yang siap menampungnya.

“Sehari kadang saya hanya bisa mengumpulkan 5-10 kg kardus. “ungkapnya.(7/10)

Menurut Aisyah, di tempat tinggalnya ia tidak mendapatkan kartu sejahtera, PKH, KIS atau pun BSM dari pemerintah, mungkin baginya hidup ini harus dilalui dengan kerja dan kemauan keras walau sekedar untuk kehidupan hari demi harinya. Baginya, ada atau tidak bantuan dari pemerintah, kehidupannya sudah terlanjur akrab dengan jalanan dan tempat-tempat kotor tempat orang membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai.

“Mau apa lagi, kalau hidup ini hanya dipakai mengeluh dan berharap iba orang lain, mungkin dari dulu-dulu saya tidak bisa makan. “katanya lagi. (ANWAR W)

Related

TASIK NEWS 5370515182033045752

Posting Komentar

emo-but-icon

item